-Ganti almt yg url merah di atas dgn url yang tadi anda buat di http://code.google.com/hosting/
Latest Movie :


Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label KABAR BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABAR BERITA. Tampilkan semua postingan

Jasa Palestina untuk kemerdekaan Indonesia





 DUA ORANG PALESTINA Yang Berjasa Besar Dalam Mendukung KEMERDEKAAN INDONESIA

(Sejarah Yang Nyaris Dilupakan Anak Bangsa)


Beberapa minggu yang lalu saya mempertontonkan Film Sang Kiai kepada murid-murid saya, hasilnya mereka banyak yang terpukau dengan kisah film itu. Saya saja terpana menonton film yang menceritakan tentang HADRATUSSYAIKH KH HASYIM ASY'ARI ini, apalagi ketika ada adegan penyambutan dari para Santri dan ulama-ulama terhadap Mbah Hasyim yang baru dikeluarkan dari dalam penjara Jepang.......Wah.....Air Mata langsung keluar melihat betapa cintanya para santri terhadap SANG KIAI...(untung murid-murid saya gak melihat....hehehe)


Diantara sekian adegan film, hal yang cukup menarik adalah ketika Mbah Hasyim mendiktekan tulisan kepada Santri Senior beliau yang bernama Baidowi (Mbah KH Baidowi), yang dibuat dalam sebuah surat dan ditujukan kepada salah satu ulama Palestina yang mendukung kemerdekaan RI yang bernama As-Sayyid Muhammad Amin Al Husaini. 


Adegan lain yang juga nanti menjadi "perhatian" saya adalah saat KH Zainal Mustofa dihukum mati dengan cara dipenggal tentara Jepang. Kisah KH Zaenal Mustofa berdasarkan beberapa sahabat saya yang menekuni silsilah dan sejarah, sepertinya perlu dikaji ulang kembali. (untuk pelurusan sejarah KH Zainal Mustofa nanti ada sesi penulisan tersendiri).


Pertanyaannya siapakah beliau yang dimaksud Sayyid Muhammad Amin Al Husaini ini?


Nama beliau kiranya cukup berjasa dalam mendukung Kemerdekaan Indonesia di seluruh dunia...Disamping nama beliau, ada satu lagi nama sahabatnya yang juga berjasa kepada bangsa kita yaitu Syekh Muhammad Ali Taher. 


Mereka inilah yang kelak dinilai mempunyai jasa yang sangat besar, karena berkat lobi lobi mereka, Indonesia akhirnya diakui banyak negara-negara dunia khususnya negara negara yang berasal dari Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah dan juga sebagian negara Asia Selatan.


Untuk tidak berpanjang kata....inilah Profil tentang mereka yang saya kumpulkan dari berbagai Sumber...


1. As-Sayyid Muhammad Amin Al-Hussaini (1895/1897 – 1974)


Syekh Muhammad Amin Al-Husaini seorang Ulama yang Kharismatik, Mujahid, Mufti Palestina yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap kaum muslimin serta negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia, walaupun pada saat itu beliau sedang berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al-Quds, Palestina.


Beliau memiliki nama lengkap Muhammad Amin bin Muhammad Thahir bin Musthafa Al-Husaini gelar Mufti Falestin Al-Akbar (Mufti Besar Palestina), lahir di Al-Quds pada tahun 1893 M. gelar Al-Husaini jelas menunjukkan bahwa beliau adalah keturunan dari Rasulullah SAW. Dan memang setahu kami Ahlul Bait di Palestina jumlahnya cukup banyak. Tidaklah mengherankan jika sampai sekarang mereka yang merupakan keturunan Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat dibenci Bani Israil, bahkan banyak dari mereka yang dibunuh-bunuhi. Sepertinya kebencian Bani Israil kepada Rasulullah SAW diteruskan kepada keturunan Beliau sampai hari ini. Anehnya semakin banyak mereka dibunuh, populasi Dzuriyah Rasulullah SAW di Palestina semakin banyak.......Subhanallah....


Beliau diangkat menjadi Mufti Palestina pada tahun 1922 menggantikan saudaranya Muhammad Kamil Al-Husaini. Sebagai ulama yang berilmu dan beramal, memiliki wawasan yang luas, kepedulian yang tinggi, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengetahui dan merasakan penderitaan kaum muslimin di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia akibat penjajahan yang dilakukan kaum kolonial.


Dukungan terhadap kaum muslimin dan negeri-negeri muslim untuk merdeka dari belenggu penjajahan senantiasa dilakukan oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, termasuk dukungan bagi kemerdekaan Indonesia. 


Ketika tidak ada suatu negara dan pemimpin dunia yang berani memberi dukungan secara tegas dan terbuka terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia, maka dengan keberaniannya, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mufti Palestina menyampaikan selamat atas kemerdekaan Indonesia.


M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, di dalam bukunya yang berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Penerbit Bulan Bintang Jakarta, 1980, hal. 40, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Syekh Muhammad Amin Al-Husaini secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:


“Sebagai contoh, pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan “ucapan selamat” Mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan “Pengakuan Jepang” atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.”


Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai Mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. Sehingga tidak mengherankan ada suara yang sumir, minor, bahkan sinis ketika ada anak negeri ini membantu perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka, membebaskan tanah airnya dan masjid Al-Aqsha dari belenggu penjajah Zionis Israel.


2. Muhammad Ali Taher (1896-1974)


Muhammad Ali Taher merupakan seorang saudagar kaya berasal dari Palestina. Beliau tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan memperoleh segala pengetahuan hanya lewat sekolah Al-Qur’an tradisional (Kouttab). Selama hidupnya Taher memiliki tiga surat kabar yaitu Ashoura, Al-Shahab, dan Al-Alam Al-Masri, yang ketiganya selalu menyuarakan nasionalisme dari negara-negara muslim di Asia dan Afrika termasuk berita tentang Indonesia. Taher juga berkawan dengan As-Sayyid Muhammad Amin Al-Hussaini meskipun hubungan mereka naik dan turun karena berbeda pandangan politik.


Karena begitu peduli dengan sesama muslim, Muhammad Ali Taher juga sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia. Secara spontan ia menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti. Setelah itu dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia mengalir dari masyarakat Timur Tengah, demonstrasi terjadi di jalanan Palestina.


JADI BANGSA INDONESIA SUDAH SEPATUTNYA PEDULI KEPADA PALESTINA.......


KARENA BERKAT PERJUANGAN KEDUA TOKOH ULAMA INI TELAH BANYAKLAH NEGARA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN INDONESIA...


DAN NILAI PENGAKUAN NEGARA-NEGARA TERSEBUT JELAS SANGAT BERNILAI BESAR BAGI BANGSA KITA....


MELUPAKAN JASA MEREKA, ITU SAMA SAJA MENUNJUKKAN KALAU BANGSA KITA INI ADALAH BANGSA YANG TIDAK TAHU BALAS BUDI....


SEMOGA KITA TIDAK MELUPAKAN MEREKA.....


ALFATEHAH UNTUK KEDUA ULAMA INI......


(By Iwan Mahmoed Al Fatah)

*13 Dubes Negara-negara Uni Eropa Gelar Pertemuan dengan DPP PKS*



Jakarta (26/6) -- 13 Duta Besar dan Diplomat Negara-negara Uni Eropa menggelar pertemuan kehormatan dengan Pengurus DPP PKS di kantor DPP PKS, kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman berharap pertemuan PKS-Uni Eropa bisa mempererat hubungan antara rakyat Indonesia dengan Uni Eropa. Sohibul menjelaskan, PKS sebagai bagian dari bangsa Indonesia, siap bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.

Tentunya, papar Sohibul, kerjasama ini didasari dengan sikap saling menghormati, saling menghargai, dan bersikap konstruktif. "Kami yakin, masa depan dunia akan lebih baik dan sejahtera jika kita memiliki komitmen untuk saling bekerjasama satu dengan yang lain," papar pria yang pernah duduk sebagai wakil ketua DPR RI ini.

Kepada para delegasi, Sohibul Iman menjelaskan jika PKS memiliki pandangan yang out ward looking, terbuka dan akomodatif dengan investasi asing dalam kebijakan ekonomi.

Bagi PKS, kerjasama internasional dalam bidang ekonomi adalah sebuah keniscayaan. Yang terpenting, papar dia, dalam kerja sama tersebut harus saling menguntungkan, taat asas dan berkeadilan.

Sementara dalam kebijakan luar negeri, PKS mengikuti apa yang sudah menjadi doktrin para pendiri bangsa Indonesia yakni politik bebas dan aktif, yang melindungi hak-hak asasi kemanusiaan dan terciptanya rasa keadilan.

"Dalam hal ini, kami akan terus menyuarakan agar para pemimpin dunia konsisten dalam melindungi hak-hak kemanusiaan bangsa-bangsa yang terzalimi hingga saat ini, seperti apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palestina," ujar mantan rektor Universitas Paramadina ini.

Hadir dalam pertemuan kehormatan ini Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend, Dubes Denmark Rasmus Abildgaard Kristensen, Dubes Jerman Michael von Ungern-Sternberg, Dubes Spanyol Jose Maria Matres Manso, Dubes Austria Helene Steinhausl, Dubes Polandia Beata Stoczynska, Dubes Romania Valeria Epure, Dubes Slovakia Michal Slivovic, Duta Besar Swedia Johanna Brismar Skoog, Charge d'Affaires Kedubes Perancis Charles-Henri Brosseau, Firts Secretary Kedubes Inggris Theresa O'Mahony dan Frist Secretary Kedubes Finlandia Tapani Kivela.

Gubernur Papua Larang Miras, Gubernur Ahok Malah Sediakan Miras Untuk Buzzernya



Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan pelarangan penjualan miras juga berlaku bagi hotel-hotel berbintang yang ada di wilayah Bumi Cenderawasih.

"Tidak ada cerita, mau itu hotel berbintang atau apa, intinya tidak boleh lagi ada minuman beralkohol di Papua," katanya di Jayapura, Sabtu (09/04/2016), dikutip Rimanews.

Menurut Lukas, pemerintah daerah mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke Bumi Cenderawasih untuk tidak membawa minuman beralkohol.

"Penegasan ini dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang Papua, pasalnya setiap tahun pasti ada orang Papua dan rumah tangga yang rusak akibat minuman beralkohol," ujarnya.

Dia menjelaskan ke depan tim gabungan akan melakukan razia minuman beralkohol secara terus-menerus.

"Kami akan siapkan orang untuk menjaga pintu masuk dan keluar, siapapun yang datang, semua barang bawaan akan diperiksa, baik itu kartu tanda penduduk maupun lainnya," tegasnya.

Pada 30 Maret 2016, Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Papua secara resmi menandatangani pakta integritas soal larangan peredaran minuman keras (miras) untuk wilayah Papua.

Ketegasan dan sikap Gubernur Papua ini seakan bertolak belakang dengan Gubernur DKI Jakarta.

Pada Jumat (8/4) malam kemarin, Ahok mengundang 20 pasukan pendukungnya (buzzer) di rumahnya. Dan dalam pertemuan itu, seperti foto yang beredar luas di sosial media, ada minuman keras yang disuguhkan.

(Baca: Pertemuan Ahok dan 20 Pasukan Buzzernya Diwarnai "Pesta" Miras)

Gubernur Ahok sendiri selama ini berusaha untuk bisa melegalkan penjualan miras jenis bir di minimarket Jakarta, dengan alasan tidak ada orang yang akan mati jika minum bir.


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KISAH HIDUPKU.... - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger