-Ganti almt yg url merah di atas dgn url yang tadi anda buat di http://code.google.com/hosting/
Latest Movie :


Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Wafatnya Mang Oded Walikota Bandung

 Wafatnya Mang Oded Walikota Bandung


(yang juga kakak kandung Ustadz M. Sohibul Iman, Ph.D, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera) barusan akan membuat iri tiap jiwa yang beriman, semua akan berharap dimatikan seperti itu.


Seseorang akan dimatikan sesuai kebiasaannya.

Beliau adalah da'i sebelum jadi wali kota.


Mati ketika menjalankan ibadah wajib, shalat Jum'at, hendak berkhutbah, mati di masjid, dan di hari Jum'at. Siapa yang ngga iri coba?


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 


" مَنْ مَاتَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ وُقِيَ فِتْنَةَ الْقَبْرِ "


“Siapa yang mati di hari atau malam Jum’at niscaya akan diselamatkan dari fitnah kubur.”


(Musnad Ahmad, no. 7050).

=====================


Pelajarannya: Biasakan berbuat baik, niscaya seseorang akan dimatikan sesuai kebiasaannya.


Biasakan senantiasa berada dan cinta dgn masjid biar bisa dimatikan di dalam masjid.


Biasakan memperbanyak amal ibadah di hari Jum'at melebihi hari lain biar mati juga di hari Jum'at.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


يُبعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ


“Setiap orang akan dibangkitkan sesuai kematiannya.” (HR. Muslim)

Jasa Palestina untuk kemerdekaan Indonesia





 DUA ORANG PALESTINA Yang Berjasa Besar Dalam Mendukung KEMERDEKAAN INDONESIA

(Sejarah Yang Nyaris Dilupakan Anak Bangsa)


Beberapa minggu yang lalu saya mempertontonkan Film Sang Kiai kepada murid-murid saya, hasilnya mereka banyak yang terpukau dengan kisah film itu. Saya saja terpana menonton film yang menceritakan tentang HADRATUSSYAIKH KH HASYIM ASY'ARI ini, apalagi ketika ada adegan penyambutan dari para Santri dan ulama-ulama terhadap Mbah Hasyim yang baru dikeluarkan dari dalam penjara Jepang.......Wah.....Air Mata langsung keluar melihat betapa cintanya para santri terhadap SANG KIAI...(untung murid-murid saya gak melihat....hehehe)


Diantara sekian adegan film, hal yang cukup menarik adalah ketika Mbah Hasyim mendiktekan tulisan kepada Santri Senior beliau yang bernama Baidowi (Mbah KH Baidowi), yang dibuat dalam sebuah surat dan ditujukan kepada salah satu ulama Palestina yang mendukung kemerdekaan RI yang bernama As-Sayyid Muhammad Amin Al Husaini. 


Adegan lain yang juga nanti menjadi "perhatian" saya adalah saat KH Zainal Mustofa dihukum mati dengan cara dipenggal tentara Jepang. Kisah KH Zaenal Mustofa berdasarkan beberapa sahabat saya yang menekuni silsilah dan sejarah, sepertinya perlu dikaji ulang kembali. (untuk pelurusan sejarah KH Zainal Mustofa nanti ada sesi penulisan tersendiri).


Pertanyaannya siapakah beliau yang dimaksud Sayyid Muhammad Amin Al Husaini ini?


Nama beliau kiranya cukup berjasa dalam mendukung Kemerdekaan Indonesia di seluruh dunia...Disamping nama beliau, ada satu lagi nama sahabatnya yang juga berjasa kepada bangsa kita yaitu Syekh Muhammad Ali Taher. 


Mereka inilah yang kelak dinilai mempunyai jasa yang sangat besar, karena berkat lobi lobi mereka, Indonesia akhirnya diakui banyak negara-negara dunia khususnya negara negara yang berasal dari Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah dan juga sebagian negara Asia Selatan.


Untuk tidak berpanjang kata....inilah Profil tentang mereka yang saya kumpulkan dari berbagai Sumber...


1. As-Sayyid Muhammad Amin Al-Hussaini (1895/1897 – 1974)


Syekh Muhammad Amin Al-Husaini seorang Ulama yang Kharismatik, Mujahid, Mufti Palestina yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap kaum muslimin serta negeri-negeri muslim, termasuk Indonesia, walaupun pada saat itu beliau sedang berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al-Quds, Palestina.


Beliau memiliki nama lengkap Muhammad Amin bin Muhammad Thahir bin Musthafa Al-Husaini gelar Mufti Falestin Al-Akbar (Mufti Besar Palestina), lahir di Al-Quds pada tahun 1893 M. gelar Al-Husaini jelas menunjukkan bahwa beliau adalah keturunan dari Rasulullah SAW. Dan memang setahu kami Ahlul Bait di Palestina jumlahnya cukup banyak. Tidaklah mengherankan jika sampai sekarang mereka yang merupakan keturunan Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat dibenci Bani Israil, bahkan banyak dari mereka yang dibunuh-bunuhi. Sepertinya kebencian Bani Israil kepada Rasulullah SAW diteruskan kepada keturunan Beliau sampai hari ini. Anehnya semakin banyak mereka dibunuh, populasi Dzuriyah Rasulullah SAW di Palestina semakin banyak.......Subhanallah....


Beliau diangkat menjadi Mufti Palestina pada tahun 1922 menggantikan saudaranya Muhammad Kamil Al-Husaini. Sebagai ulama yang berilmu dan beramal, memiliki wawasan yang luas, kepedulian yang tinggi, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengetahui dan merasakan penderitaan kaum muslimin di Asia dan Afrika, termasuk Indonesia akibat penjajahan yang dilakukan kaum kolonial.


Dukungan terhadap kaum muslimin dan negeri-negeri muslim untuk merdeka dari belenggu penjajahan senantiasa dilakukan oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, termasuk dukungan bagi kemerdekaan Indonesia. 


Ketika tidak ada suatu negara dan pemimpin dunia yang berani memberi dukungan secara tegas dan terbuka terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia, maka dengan keberaniannya, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mufti Palestina menyampaikan selamat atas kemerdekaan Indonesia.


M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, di dalam bukunya yang berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Penerbit Bulan Bintang Jakarta, 1980, hal. 40, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Syekh Muhammad Amin Al-Husaini secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:


“Sebagai contoh, pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan “ucapan selamat” Mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan “Pengakuan Jepang” atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan.”


Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai Mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. Sehingga tidak mengherankan ada suara yang sumir, minor, bahkan sinis ketika ada anak negeri ini membantu perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka, membebaskan tanah airnya dan masjid Al-Aqsha dari belenggu penjajah Zionis Israel.


2. Muhammad Ali Taher (1896-1974)


Muhammad Ali Taher merupakan seorang saudagar kaya berasal dari Palestina. Beliau tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah dan memperoleh segala pengetahuan hanya lewat sekolah Al-Qur’an tradisional (Kouttab). Selama hidupnya Taher memiliki tiga surat kabar yaitu Ashoura, Al-Shahab, dan Al-Alam Al-Masri, yang ketiganya selalu menyuarakan nasionalisme dari negara-negara muslim di Asia dan Afrika termasuk berita tentang Indonesia. Taher juga berkawan dengan As-Sayyid Muhammad Amin Al-Hussaini meskipun hubungan mereka naik dan turun karena berbeda pandangan politik.


Karena begitu peduli dengan sesama muslim, Muhammad Ali Taher juga sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia. Secara spontan ia menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti. Setelah itu dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia mengalir dari masyarakat Timur Tengah, demonstrasi terjadi di jalanan Palestina.


JADI BANGSA INDONESIA SUDAH SEPATUTNYA PEDULI KEPADA PALESTINA.......


KARENA BERKAT PERJUANGAN KEDUA TOKOH ULAMA INI TELAH BANYAKLAH NEGARA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN INDONESIA...


DAN NILAI PENGAKUAN NEGARA-NEGARA TERSEBUT JELAS SANGAT BERNILAI BESAR BAGI BANGSA KITA....


MELUPAKAN JASA MEREKA, ITU SAMA SAJA MENUNJUKKAN KALAU BANGSA KITA INI ADALAH BANGSA YANG TIDAK TAHU BALAS BUDI....


SEMOGA KITA TIDAK MELUPAKAN MEREKA.....


ALFATEHAH UNTUK KEDUA ULAMA INI......


(By Iwan Mahmoed Al Fatah)

Kegagalan Israel VS Kemenangan Hamas

 

*Hamas menggagalkan Rekayasa Opini Israil*


Sumber: Media Ibrani

Ketika militer Israil mengumumkan bahwa pihaknya telah menghancurkan 15 peluncur roket ke Gush-Dan, menghancurkan sejumlah terowongan ... dan seterusnya..., Hamas tampil menyampaikan pesan singkat bahwa serangan roket akan kembali diluncurkan ke Gush-Dan pada tengah malam. Kami pun bergegas keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan,  membeli buncis dan kacang ..!


Boom....!!! Terdengar ledakan besar...!

Hamas telah datang...! Ia berjanji dan telah menepati janjinya.


*Apa Keuntungan Hamas...?*


Pertanyaan pentingnya adalah, apa keuntungan Hamas memberi tahu penduduk Tel Aviv tentang kapan roket akan diluncurkan ...?


*1. Kemanusiaan* 

Hamas memberi tahu kita bahwa mereka bukanlah monster yang bertujuan untuk membunuh orang- orang Israel dengan serangan yang membabi-buta, melainkan memberi kita waktu untuk bisa beristirahat...!


*2. Kredibilitas*

Hamas membuktikan kepada penduduk Gaza, Israil dan seluruh dunia bahwa militer Israil telah berbohong, sedangkan Hamas berkata benar dalam setiap pernyataannya.


*3. Tidak bisa dihentikan*   

Hamas mengirim pesan bahwa serangannya tidak bisa dihentikan oleh  militer  Israil, walaupun sudah diumumkan kapan dan dari mana serangan roket-roket itu akan diluncurkan. Militer tidak mampu mengentikan mereka.


*4. Kontrol mental*

Begitu Hamas mengumumkan waktu peluncuran roket, itu membuat semua orang tertekan dan stres selama berjam-jam hingga saat yang ditentukan. Dengan cara ini -sebelum meluncurkan roket- Hamas mampu melumpuhkan jutaan orang Israel selama berjam-jam.


*5. Manajemen Agenda*

Dengan cara ini, Hamas mampu me-manaj agenda dengan anggaran yang 100 kali lebih kecil dibanding anggaran militer Israil. Hamas menetapkan agenda peristiwa-peristiwa yang ditargetkan untuk seluruh wilayah negara Israil


*6. Men-delete Laporan Militer* 

Ketika juru bicara militer Israil mengklaim telah berhasil memusnahkan peluncur-peluncur roket ke arah Gush-Dan, lalu Hamas meluncurkan kembali 42 roket, siapa yang akan lebih dipercaya tentang pencapaiannya dalam pertempuran ini...?


Dengan cara ini, Hamas mempromosikan jati dirinya dan menggagalkan rerekayasa opini Israil.








*Catatan*:

Kegagalan ini membuat Israil rugi 174 miliar shekel untuk penanganan virus China. Begitu Hamas hadir dengan rudal pertamanya, maka terhentilah semua pembahasan tentang virus melalui channel terkait, wibsite, dan diskusi Knesset .. !!!.


Diterjemahkan oleh:

KH. Arwani Amin, Lc., M.P.I

~ SURAT CINTA SANG PRAJURIT Nanggala 402 ~

 



Judul : Eternal Patrol, Eternal Love

Penulis : Langit Rindu

"Dek, tolong siapin perlengkapan seperti biasa, dong. Besok ada latihan," pinta Mas Dwi padaku selepas makan sahur. 

"Oke, kali ini berapa lama?" tanyaku.

"Latihannya hari Rabu, dini hari ngeluncurin torpedo, dilanjutkan menembakkan peluru perang. Pagi kemungkinan udah nggak di air lagi. Cuma, ada banyak yang harus dipersiapkan, jadi besok Mas udah harus berangkat." 

"Bali lagi, ya?"

"Iya, Sayang. Kenapa memangnya?" 

"Nggak, banyak bule pakai baju kurang bahan. Kasihan Masku yang lagi shaum ini. Mesti ekstra jaga pandangan."

Dia tertawa sehingga matanya menyipit. Tawa yang menjadi canduku sejak awal bertemu. 

"Mas kan nggak main ke pantai, mainnya sama peralatan tempur di dalam kapal, di kedalaman yang nggak mungkin ada bule berenang. Palingan juga duyung. Tapi, kalau pun ada duyung, pasti nggak secantik kamu."

Entah kenapa aku masih saja malu saat Mas Dwi mulai bersikap dan berkata manis. 

"Tuh, pipinya merah. Padahal udah hampir sepuluh tahun menikah," godanya lagi sambil menunjuk pipiku yang terasa hangat.

"Ish, udah ah. Kira-kira, Mas bisa pulang nggak pas anniversary kita? Udah mau sepuluh tahun, aku belum pernah dikasih kue." Aku pura-pura menggerutu untuk mengalihkan pembicaraan. Sungguh aku masih belum imun dengan segala sikap manisnya. 


"Your wish is my command, Sayang," sahutnya sambil menundukkan punggungnya di hadapanku seolah-olah sedang berhadapan dengan seorang putri seperti di film-film Disney.


Sisa hari kami habiskan berdua dengan Mas Dwi yang menempeliku ke mana pun aku bergerak, kecuali ke toilet. Kebetulan dua anak kami sejak kemarin menginap di rumah nenek mereka. 


Kami ke minimarket di depan gang dengan menggunakan sepeda motor, membeli barang belanjaan pengisi kulkas dan camilan. Mas Dwi kemudian memintaku untuk memasak tumis kangkung dan ayam kecap, menu kesukaannya. Aku memasak dengan gugup karena ia duduk di meja dapur, tak melakukan apa pun selain memperhatikanku. 


"Ini enak banget. Terima kasih, Dek, selama ini udah jadi istri yang baik dan sempurna buat Mas."


"Aku yang terima kasih karena Mas mau bersabar denganku. Mas itu suami terbaik di dunia yang khusus diciptakan untukku," pujiku tulus. 


***

"Mas berangkat, Dek. Hati-hati di rumah. Semoga Allah melindungimu dan anak-anak kita," pamitnya selepas salat Subuh. Sempat tadarus dan menyimak hafalan anak-anak juga sebelum bersiap-siap.


"Mas juga hati-hati, ya. Semoga Allah menjaga Mas juga di mana pun berada. Aku udah masukin sambel kacang dan tempe buat makan sahur dan buka puasa. Kalau memungkinkan untuk menghubungi, jangan lupa kabari ya, Mas?"


Mas Dwi mengangguk, kemudian memeluk erat dan mencium ubun-ubunku seraya melafalkan doa lirih. Aku telah terbiasa mengantarnya berangkat dinas, tetapi kali ini rasanya sungguh berat. Saat mobil yang menjemputnya telah hilang dari pandangan, seketika hatiku merasa kosong. 


Beberapa kali Mas Dwi menghubungi sampai Rabu dini hari sebelum masuk kapal selam. 


"Mas sudah mau nyelam, Dek. Doakan ya. Oiya, sambel kacangnya udah habis waktu buka puasa semalam. Mas bagi sama kawan-kawan. Besok Mas sahur apa, ya?" katanya di telepon.


"Makan makanan kapal." Aku tertawa di antara kantuk, sebelum kembali bicara. "Ntar kalau Mas pulang, boleh request mau dimasakin apa aja."


Hening dari seberang sana, aku sampai mengecek apakah sambungannya terputus, ternyata tidak. 


"Mas ... Mas Dwi. Ngelamun, ya?" tanyaku.


"Eh, iya. Kangen banget," keluhnya. "Sayang, jaga anak-anak baik-baik, ya? Kamu pasti bisa."


"Kok Mas ngomongnya gitu?" protesku. "Kayak mau ke mana aja." 


"Nggak apa-apa, tiba-tiba kepikiran aja. Udah dulu, ya. Sebentar lagi dipanggil, nih. Uhibbuki fillah, ya zaujati."


Sebelum sempat aku membalas ucapannya, sambungan pun terputus. 


Aku juga, mencintaimu karena Allah, Mas. 


Setelah telepon itu, entah kenapa hatiku gelisah dan memutuskan untuk tidak melakukan apa pun. Sore harinya, kegelisahanku sempurna menciptakan tangis. Kapal selam mereka hilang kontak.


Kuambil wudu dengan harapan sedikit meredakan kusutnya pikiran. Setelah itu, menunaikan salat dua rakaat dan menumpahkan segala resah ke sisi langit. Sadar betul, tidak ada yang lebih kuasa dan tempat memohon pertolongan selain Allah. 


Waktu berjalan lambat. Kala statusnya masih dinyatakan hilang pertama kali, harapanku masih meninggi. Setidaknya, menurut keterangan mereka membawa cukup logistik dan persediaan oksigen masih mencukupi hingga 72 jam. 


Hari pertama berlalu, aku berbuka dan sahur ditemani derai air mata dan selaksa doa. Tidak ada informasi yang menumbuhkan positif vibes. 


Hari kedua, informasi menyatakan kapal mereka ada di kedalaman kurang lebih 850m di bawah laut. Allahu Rabbi ... tak dapat kubayangkan lelakiku dan rekan-rekannya berjuang di tengah tekanan udara yang begitu besar. Baja saja akan remuk di kedalaman itu, apalagi tubuh manusia.


Hatiku semakin hancur kala informasi mengenai munculnya kepingan dan barang-barang yang diyakini bagian dari kapal selam yang mereka naiki. Mataku menyorot pada sebuah gulungan di layar televisi. Tidak salah lagi, itu sajadah waterproof yang kubeli setahun yang lalu untuk Mas Dwi. 


Ya Allah ... inikah saatnya untuk merelakan?


Saat aku tenggelam dalam kesedihan, terdengar bel pintu berbunyi. Seorang laki-laki membawa buket bunga mawar beserta kotak kue.


"Dengan Ibu Zea Fridayanti?" tanyanya. 


"Iya."


"Ini ada paket untuk Ibu, mohon ditanda tangan." 


"Terima kasih," ucapku setelah menandatangani bukti terima. 


Untuk pertama kalinya di anniversary kami, Mas Dwi memberiku bunga sekaligus kue. Sepertinya ia menyiapkan semuanya sebelum berangkat.


Ya Allah ... andai aku diperkenankan memilih, aku memilih tidak mendapat kue anniversary selamanya asal lelakiku masih ada di sisiku. 


Sepucuk surat yang menyertai buket bunga itu berisi tulisan khas Mas Dwi.  


"Assalamualaikum, Sayang. Sudah lihat kue dan bunganya? Suka? Apa kabarmu? Pasti sedang cantik. Kapan, sih, kamu jeleknya? Izinkan aku bernostalgia pada pertemuan pertama kita."


Aku menarik napas sebelum meneruskan membaca. Harusnya wajahku bersemu malu, nyatanya hanya ada perih, sesak, seperti ribuan jarum menghujam dada.


"Kamu tahu, Sayang. Saat Mas diajak pamanmu ke rumahnya, pertama kalinya Mas melihat gadis cantik dengan seragam SMA dan membuatnya menangis di pertemuan pertama. Mas menyindirnya yang memperlihatkan rambut indahnya. Pulang dari sana, pamanmu menghajar Mas karena membuat keponakannya menangis. Akan tetapi, seminggu setelahnya pamanmu justru berterima kasih karena kamu akhirnya menutup aurat dengan sempurna."


Aku tersenyum mengingat pertemuan pertama kami itu. Lelaki yang menyita atensi sejak awal sosoknya tertangkap oleh mataku. Namun, kekaguman itu berubah menjadi kekesalan saat ia menyindir rambutku yang digerai asal tanpa kerudung. Sindiran yang merasuk di hati dan dengannya Allah menuntunku untuk mengenakan kerudung.


"Dua tahun tidak bertemu, pada akhirnya Mas menemukanmu dengan metamorfosa sempurna. Kamu menjelma menjadi gadis salihah. Mas yang sudah di ambang 30 tahun dengan tak tahu dirinya melamarmu, siap dengan penolakan. Tapi kami adalah prajurit, pantang mundur sebelum berperang." 

Usia kami memang terpaut hampir sepuluh tahun. Namun, pesona seorang Dwi Naresta tidak ingin kulewatkan begitu saja.

"Mas sudah siap ditolak, tapi Allah Maha Baik. Kamu menerima, apa jangan-jangan kamu memang udah suka, ya, sama Mas?"

Tepat. Aku memang menyukainya sejak awal bertemu. Kekesalan atas sindirannya tak mampu mengalahkan rasa suka yang mulai tumbuh. Dua tahun memendam rasa tanpa pernah bertemu lagi, lalu ia datang menawarkan bahagia, kenapa mesti ditolak?

"To be my wife, thank you so much."

And I'm blessed to have you as my husband, Mas.

"Terima kasih untuk semua ekspresi cintamu selama ini. Mas berharap kita akan senantiasa saling mencintai di bumi, kemudian mati dan hidup lagi untuk bersama kembali di surga."

Terima kasih juga untuk seluruh cintamu yang melengkapiku, Mas. Insyaallah ... insyaallah kita akan berkumpul kembali di surga. 

"Didik anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik seperti Mama mereka, ya. Mas ridho padamu. Miss you and love you to the sky sampai under the sea haha."

Aku tak mampu tertawa membacanya, Mas. Sebab tahu, setelah ini aku tak akan mendengarkan gombalanmu lagi. 

Selamat jalan, cintaku. Purna sudah tugasmu mengabdi. Sebegitunya engkau mencintai laut, sampai-sampai menemui takdir kematian juga di sana. 

Aku tak tahu sedang apa engkau kala Malaikat Izrail mendatangimu. Sedang sahur? Salat Subuh? Salat Duha? Sedang menikmati lapar puasa? Atau saat berbuka?

Satu yang kuyakini, engkau kini tengah bahagia. Sebab cita-citamu ialah syahid. Engkau kini syuhada, dipanggil oleh Allah dengan cara yang indah karena ini bulan mulia. Sebagaimana rekan-rekanmu yang lain. 

Hanya sepuluh tahun Allah beri waktu membersamaimu di dunia. Janji, ya. Setelah ini kita akan bersama lagi, tidak hanya untuk sepuluh tahun. Tunggu aku di pintu surga, Kapten!

Garut, 26 April 2021

#Copas

#SuratCintaSangPatriot

#TUNAISUDAHJANJIBAKTI

#SETIASAMPAIAKHIRHAYAT❤⚓⚓

AS SYAHID GEORGIUS



Sebelum dimulainya pertempuran Yarmuk antara pasukan kaum muslimin dan pasukan Romawi. Salah satu pemimpin Romawi bernama (George/Georgius) pergi keluar dan meminta untuk bertemu dengan Khalid bin Al-Walid, komandan pasukan muslim.

Georgius berkata kepada Khalid bin Al-Walid ketika panglima kaum muslimin itu mendatanginya, “Wahai Khalid, berkatalah dengan jujur kepadaku dan jangan sekali-kali berbohong. Karena orang Arab yang merdeka akan selalu berkata jujur dan tidak akan berbohong.

Apakah benar Tuhanmu telah menurunkan sebilah pedang dari langit kepada Nabimu? Lalu pedang itu diberikan kapadamu. Jika diayunkan kepada seseorang pasti dia akan kalah?”

“Tidak,” jawab Khalid

Kemudian, Georgius bertanya lagi, “Mengapa kamu disebut Pedang Allah?”

"Allah telah mengutus seorang rasul dari bangsa Arab. Diantara kami ada yang  mempercayainya dan ada yang mendustainya. Aku termasuk yang mendustainya. Lantas Allah menjadikan hati kami cenderung kepada Islam dan memberikan hidayah melalui rasul-Nya, maka kami pun membaiatnya (sumpah setia). Kemudian rasulullah mendoakanku dan berkata, "Engkau adalah pedang dari pedang-pedang Allah." 

"Begitulah ceritanya", ungkap Khalid. 

Georgius kembali bertanya, "Apa yang didakwahkan oleh nabi kalian?“

"Tentu saja mengajak umat manusia untuk mantauhidkan Allah dan membenarkan apa yang disampaikan rasulullah yaitu tentang Islam," Jawab Khalid. 

Kemudian Georgius melanjutkan pertanyaannya kepada Khalid, “Apakah orang yang masuk Islam hari ini akan mendapatkan pahala dan kedudukan yang sama dengan kalian?" 

Khalid menjawab, "Ya, bahkan lebih."

"Bagaimana mungkin, bukankah mereka telah lebih dahulu masuk Islam?" selidik Georgius.

"Kami pernah hidup bersama rasulullah. Kami juga menyaksikan ayat-ayat yang diturunkan kepada beliau, bahkan kami melihat mukjizat beliau secara langsung. Jadi, apa yang kami lihat dan kami dengar adalah sebuah kenyataan. Oleh karena itu kami mudah untuk masuk Islam. Adapun mereka yang belum melihat dan mendengar secara langsung dari Rasulullah, namun mereka beriman terhadap hal yang tidak pernah dilihatnya, maka pahala mereka lebih besar dan dahsyat," jelas Khalid panjang lebar. 

Georgius dengan yakin mengatakan, "Khalid, ajarkan Islam kepada ku." 

"Ucapkanlah Asyhadu An Laa Ilaaha Illallah. Wa Anna Muhammadan Rasulullah," pandu Khalid. 

Georgius mengikuti apa yang diucapkan Khalid dan shalat dua rakaat. Kemudian melanjutkan peperangan bersama Khalid dalam barisan pasukan muslimin bertempur melawan kaumnya. 

Di hari yang sama Georgius mendapatkan kesyahidan. Tidak ada shalat yang dilakukannya setelah bersyahadat, kecuali hanya shalat sunnah 2 rakaat bersama Khalid. 


Keberkahan untukmu wahai as syahid Georgius. Engkau masuk Islam, berjuang dan syahid pada hari yang sama. Masya Allah....

Sumber :

Al Bidayah wan Nihayah 

copas FB Satria Hadi Lubis


Nanggala 402 : Nagabaswara Jalayudha Pamungkas

 






Mari kita selipkan DOA UNTUK 402 pada waktu Jumat mustajab hari ini 22 April 2021/ 10 Ramadhan 1442 H....

Sebab oksigen yang tersisa hanya sampai BESOK JAM 3 DINI HARI.  KUATKAN & KENCANGKAN DOA KEPADA RABB KITA. 

( Sang Pelenyap Dalam Senyap)

Sang Nanggala 402 bekerja tanpa sanjungan

Berkarya tanpa pujian. 

Menggetarkan dalam tiap tugas dan serbuan

Karena satu kalimat :melaksanakan kewajiban.

Nanggala hanya memiliki setia. 

" The order of command": perintah komando

Dari pemiliknya:  rakyat Indonesia.

Yang mengamanahkannya pada TNI AL

Bertugas menjaga kedaulatan setiap jengkal perairan Nusantara

Dari para pengganggu dan penyusup

Berpuluh tahun bertugas dalam tenang, 

Bukan waktu yang singkat. 

Tentu juga tidak mudah. 

Mengarungi samudera pengabdian

Bergerak sendiri dalam gelap. 

Di dasar dalam senyap

Dengan semboyan :

Nagabaswara Jalayudha Pamungkas

Dan moto: Tabah Sampai Akhir

Saat ini, 

ketabahanmu sedang diuji

Kesabaranmu ditempa keras

Ketenanganmu meyakinkan 

Tentang KeMahaBesaran Tuhan.

Tidak ada kekuatan yang tertinggi selain kuasaNya.

Dan tidak ada yang tidak mungkin bagiNya. 

Ketika Alloh Taala katakan " Kun Fayakun".

Maka jadilah segala hal yang mustahil menjadi nyata.

Nanggala 402 adalah milik rakyat Indonesia

Para awaknya adalah milik Alloh Subhanahuwataala


Mari kita semua, seluruh rakyat Indonesia Bersama berdoa dikhususkan pada  seluruh awak dan personil Kapal Selam Nanggala 402 Agar diberi keselamatan oleh Alloh Subhanahuwataala:


Bismillahilladzi La Yadhurru Ma’asmihi Syai’un fil Ardhi wa Laa fis Sama’i wa Huwas Sami’ul ‘Alim.”

Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Al Fatihah

Sepenggal Syurga itu ....

 



Tulisan bagus dari orang asing yang memandang Indonesia dari luar


*Real Paradise, not just a story*


Musim dingin, ketika salju turun, di *Eropa atau Amerika Utara, suhu bisa mencapai minus 40 derajat celsius*

Artinya, kulkasmu masih lebih hangat. 


Itulah saat semua tumbuhan *"mati "* kecuali pohon cemara. Itulah saatnya darahmu bisa berhenti menjadi es ketika kamu keluar rumah tanpa pakaian khusus. 


Musim salju adalah ketika manusia bertahan hidup dan beraktivitas yang mungkin, tanpa bisa berjalan jika tak ada bantuan peralatan dan teknologi. 


Tanpa itu, mati kedinginan. Dan ada satu periode dimana salju berbentuk badai. Badai salju. Terbayang apa yg bisa dilakukan selain bertahan hidup di ruangan berpemanas. 


*Padang pasir*. Begitu keringnya sampai-sampai manusia yang berdiam di sana membayangkan sungai-sungai yang mengalir sebagai surga.


Hanya ada beberapa jenis pohon yang bisa hidup dalam suhu bisa di atas 40 derajat celcius. Keringatmu bisa langsung menguap bersama cairan tubuhmu.  Dan keberadaan air adalah persolan hidup mati. Sungguh bukan minyak.


Saya sungguh tidak mengerti ketika ada orang yg masih belum percaya bahwa *Indonesia itu serpihan sorga*. 


Cobalah kamu bercelana pendek, pakai kaos dan sandal jepit jalan jalan di Kanada ketika musim dingin. Atau jalan-jalan dipadang pasir. *Dijamin mati.* 


Di sini, di negaramu, kapan saja, mau siang mau malam kamu bisa jalan-jalan kaosan tanpa alas kaki. Mau hujan mau panas, *Selamat*. 


*Di Eropa, Amerika* paling banter kamu akan ketemu buah-buahan yang sering kamu pamer-pamerkan. Apel🍎, anggur🍇,  sunkist🍊, pear🍐, dan semacamnya. 


*Di Timur tengah* paling kamu ketemu kurma, kismis, kacang arab, buah zaitun, buah tin.


*Di Indonesia,* kamu tak akan sanggup menyebut semua jenis buah dan sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan, bunga-bunga, rempah-rempah saking banyaknya. 


*Di Amerika, Eropa*, kamu akan ketemu makanan itu-itu saja. Sandwich, hot dog, hamburger. Itu-itu saja yang divariasikan paling banter steak, es krim, keju. 


Di *Timur tengah*?. Roti. Daging dan daging dan daging lagi.


*Di Indonesia ?* Dari Sabang sampai Merauke, mungkin ada ratusan ribu varian makanan. Ada puluhan jenis soto, varian sambal, olahan daging, ikan dan ayam tak terhitung macamnya.


Setiap wilayah ada jenisnya. Kue basah kue kering ada ribuan jenis. Varian bakso saja sudah sedemikian banyak. Belum lagi singkong, ketan, gula, kelapa bisa menjadi puluhan jenis nama makanan.


Dan tepian jalan dari Sabang sampai Merauke adalah garis penjual makanan terpanjang di dunia. Saya tidak berhasil menghitung penjual makanan bahkan hanya dari Kemayoran ke Cempaka Putih. 


*Di Indonesia*, kamu bebas mendengar pengajian, shalawatan, lonceng gereja, dang-dut koplo, konser rock, jazz, gamelan dan ecrek2 orang ngamen. 


*Di Eropa, Amerika, Timur Tengah,* belum tentu kamu bisa menikmati kecuali pakai head set. 


Saya ingin menulis *Betapa Surganya Indonesia* dari segala sisi. Hasil bumi, cuaca, orang-orangnya yang cerdas-cerdas, kreatif dan bersahabat,  budayanya, toleransinya, guyonannya. 


Keindahan tempat wisatanya dan seterusnya. Saya tidak mungkin mampu menulis itu semua meskipun jika air laut menjadi tintanya.


Saking tak terhingganya kenikmatan anugerah Allah pada bangsa Indonesia.


*Indonesia ini negara kesayangan Tuhan*. 


*Jika kamu tidak bisa mensyukuri itu semua ?. Jiwamu sudah mati.


Bersyukur itu diantaranya, tidak merusak apa-apa yang sudah baik. Baik alam lingkungan, sistem nilai, budaya asli, kebersihan dll.


*_Jika kita merusak alam,_*

*_Alam akan berproses membuat keseimbangan/keadilan_*


Menyedihkan jika tdk bisa merasakan dan apresiasi atas nikmat alam ini.


#copas


Hadapi, Hayati dan Nikmati Perjalanan Hidup



Seekor rusa betina sedang hamil

Ketika hampir detik-detik kelahirannya,

rusa ini pergi ke suatu tempat yang jauh

di pinggir hutan yang berdekatan

dengan sungai.

Tiba-tiba.....

sesuatu yang tidak ia bayangkan terjadi !

Terdengar suara gemuruh dari langit dan tiba-tiba tampak kilat yang menyambar kepermukaan bumi.

Hutan kering ini terbakar dahsyat karena percikan api dari petir tersebut.

Ketika rusa ini menoleh ke kiri,

tampak seorang pemburu telah siap melesatkan anak panah ke arahnya.

Saat menoleh ke kanan,

ia pun terkejut melihat seekor singa lapar

yang siap menerkamnya.

Maka tiada pilihan bagi rusa ini selain :

1. Mati dimangsa singa.

2. Mati terkena panah.

3. Mati terbakar.

4. Atau mati tenggelam karena melompat

ke sungai.

Yang jelas ...

Bahaya mengancam dari berbagai penjuru

dan tidak ada lagi kesempatan untuk berlari.

Lalu apa yang harus ia lakukan?

Bersedih dan merintih?

Menangis dan menjerit?

Atau ia harus berlari sementara kondisinya begitu lemah?

Atau menyerah pada keadaan?

Rusa pun pasrah.

Dia hanya fokus untuk melahirkan bayinya.

Lalu apa yang terjadi?

Kilat-kilat yang menyambar mengganggu pandangan si pemburu.

Akhirnya panah yang dilesatkan pun meleset dan mengenai si singa lapar.

Singa malang itu mati seketika.

Tiba-tiba hujan datang begitu deras dan memadamkan kebakaran di hutan tersebut.

Pemburu lari mencari tempat berteduh dan tidak fokus lagi kepada rusa tersebut.

Rusa pun melahirkan dengan selamat !

Sahabatku....

Segala kesulitan menyerbumu dari segala arah. Masalah datang bertubi-tubi seakan tak memberimu kesempatan untuk bernafas lega.

Masalah di tempat bekerja,

masalah di dalam rumah,

masalah di jalan,

masalah dengan anak-anak kita semuanya datang bersamaan.

Seakan kamu tidak bisa lagi berbuat apa-apa..

Lalu apa yang harus dilakukan?

Jadilah seperti Rusa.

Biarkan semuanya berjalan apa adanya dan tetaplah fokus dan optimis.

Lakukan sesuatu yang mampu kau lakukan !

Selebihnya serahkan kepada Allah

Karena Allah lah yang mengatur jalan kehidupanmu.

Copas FB.



*Adakah Ukhuwah, Militansi dan Soliditas Seindah ini?*


Sudah terlalu sering saya mengalaminya. Juga menyaksikannya.  Tapi Ahad, 25 Maret 2018 kemarin, semuanya sungguh berbeda. Tak bisa dicerna dengan akal sehat dan pendekatan teori politik apapun.

Ahad kemarin, seorang manager di perusahaan berkelas internasional mau ikut aksi menyambangi rumah warga

Ahad kemarin, seorang pembawa acara memiliki titel direktur di perusahaan multinasional. Lalu dia merelakan pundaknya diinjak oleh rekannya untuk memasang banner di tiang listrik

Ahad kemarin, seorang anggota dewan rela menggotong-gotong sound system dan kursi

Ahad kemarin, seorang pebisinis sukses di perusahaan herbal terkemuka mau mendatangi rumah warga satu per satu hanya untuk membagikan stiker dll

Ahad kemarin, seorang ketua bidang tingkat kabupaten bersedia memanjat tiang demi terpampangnya banner

Ahad kemarin, seorang qiyadah, pengurus inti level kabupaten bahkan ikut juga menaiki tangga dan memasang banner di sebuah tiang listrik yang menjulang

Ahad kemarin, kaum ibu berbondong-bondong datang, sambil menggendong anaknya yang masih balita untuk ikut acara

Dan Ahad kemarin, seorang kader akar rumput yang hidupnya masih belum berkecukupan, menyumbangkan minuman susu kedelainya sebanyak 100. Pagi-pagi dia sudah hadir dan memberikan minuman tersebut kepada panitia. Gratis!!!

Mereka semua berbaur bersama puluhan kader lainnya di DPRa PKS Jatimulya untuk mensosialisasikan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik)

Tak ada jarak. Tak ada sekat. Tak ada perbedaan antara qiyadah dan kader biasa. Mereka bahu-membahu. Saling membantu. Mengeluarkan keringat yang sama. Dan merasakan lelah serupa.

Ukhuwah mereka tetap terjaga. Militansi mereka tak jua mengendor. Dan soliditas mereka tak rapuh, meski gelombang ujian terus menerpa perahu dakwah ini.

Saudaraku, adakah ukhuwah, miltansi dan soliditas seindah ini?

Erwyn Kurniawan
Presiden Reli

Aku Untukmu Karena Allah

Engkau yang selalu disisiku, Aku berharap menerimaku Apa adanya.

Engkau yang selalu disisiku, Aku bukanlah Suami yang sempurna.

Engkau yang selalu disisiku, Aku hanya Suami yang berusaha meniti jalan Nya.

Engkau yang selalu disisiku, Aku Ingin selalu ada Suara sejuk dan Lembutmu.

Engkau yang selalu disisiku, Aku berharap selalu mencintaiku hingga akhir nanti.

Engkau yang selalu disisiku, Bukan Cinta semata, namun Cinta karena Kecintaanmu kepada Allah.

Engkau yang selalu disisiku, Aku berharap selalu menjadi Pengingatku kepada Allah.

Engkau yang selalu disisiku, Luruskan dikala aku bengkok
Peluklah ketika aku Rapuh.

Engkau yang selalu disisiku, Aku Berharap mampu mengajakku selalu dijalan Allah

Engkau yang selalu disisiku, Aku berharap menjadi pembimbing bagi Anak-anakku untuk selalu Taat pada Allah

Engkau yang selalu disisiku, Aku Berharap saat inipun meniti jalan Untuk selalu Taat pada Allah.

Engkau yang selalu disisiku, Aku Berharap menjadi Penguat Langkah Dakwahku mensyiarkan Industri Muslim HNI.

Engkau yang selalu disisiku, Aku Berharap menjadi Penguat Langkah dalam Istiqomah tebarkan Manfaat dan Untung bersama Industri Muslim HNI

Engkau yang selalu disisiku, Aku Berharap menjadi Pengingat untuk selalu Bersyukur atas segala Nikmat Nya dan Bersabar dikala datang Ujian

Engkau yang selalu disisiku, Aku Berharap Kita bersama-sama di SyurgaNya Kelak.


#AkuuntukmukarenaAllah
#BersamaBangunIndustriMuslimHNI
#HNIBisnisKeluarga
#SemuaBisaDiHNI
#MiladHNI2018
#6TahunMenjadiInspirasiINDONESIA

Surabaya, 19 Maret 2018


*10 Jurus Membuat Rezeki Selalu Menghampiri Kita*

Nasehat dari DR MAWARDI, dewan syariah *Halal Mart HNI hpai*

*1. Taqwa*
_“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka
nya._(QS ath-Thalaq: 2-3).
*2. Tawakal*
Nabi s.a.w. bersabda: _“Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.”_ (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)
*3. Shalat Dhuha*
Firman Allah dalam hadits qudsi: _“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (shalat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya."_ (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)
*4. Istighfar*
_"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."_ (QS Nuh: 10-12).
_“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.”_ (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim)
*5. Silaturahmi*
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, _“Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”_
*6. Sedekah*
_"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."_ (QS. Al-Baqarah: 261)
Sabda Nabi s.a.w.: _“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana (sedekah kpd) orang-orang lemah di kalangan kamu.”_ (Riwayat Bukhari)
*7. Berbuat Kebaikan*
_"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan."_ (QS Alqashash:84)
Nabi bersabda: _"Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat."_ (HR. Ahmad)
*8. Berdagang*
Dan Nabi SAW bersabda: _“Berdaganglah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perdagangan."_ (Riwayat Ahmad)
*9. Bangun lebih Pagi*
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, _"Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari."_ ( H.R. Al-Baihaqi)
Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, _"Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan."_ (H.R. At-Tabarani)
*10. Bersyukur*
_“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”._ (QS Ibrahim:7)
*******
Selamat beraktifitas menggapai rezeki, saudara-riku

#BersamaHPAIBisa Insyallah Biidznillah
Bergabung dalam dakwah kami: 088226159695

D U N I A Y A N G T E R B A L I K


Indonesia mayoritas Islam, tapi, yang paling disudutkan Muslim.
Lebih serem yang pake cadar, dari pada yang pake rok mini.
Lebih serem orang berjenggot, dari pada yang tatoan.
Pake baju tauhid ditangkep, pake baju PKI gapapa.
Lebih curiga sama yang rajin ibadah di mesjid, dari pada orang yang mabok-mabokan dan judi.
Diduga teroris langsung tembak, bandar Narkoba Internasional bisa di nego.
Lebih mentolelir aliran sesat, dari pada syariat.
Dunia sudah kebolak balik?
Yang nyunnah – radikal
Yang nyeleneh – toleran
Yang jilbab syar’i – ekstrem
Yang ga pake jilbab – cantik
Yang menikah lagi - Penjahat
Yang main pelacur - Biasa lelaki
Yang muda sholat 5 waktu – Waspadai
Yang muda ga sholat – masih muda
Yang jenggotan rajin ke masjid – teroris
Yang jenggotan rajin dugem – keren
Yang ke majelis ta’lim pekanan – Fanatik
Yang ke bioskop harian – gaul
Yang hapal Al Qur’an 30 juz – militan
Yang hapal banyak musik – hebat
Yang anaknya di jilbabin – Keterlaluan, melanggar HAM
Yang anaknya pake rok mini – imutnya
Yang pakai baju koko – sok alim
Yang ga pake baju – jantan
Yang hariannya bicara Islam – sok ustadz
Yang hariannya ghibah – up to date
Media islam – radikal
Media porno – kebutuhan
.
Buka Mata Hati Anda hai manusia!
ﺑَﺪَﺃَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡُ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻭَﺳَﻴَﻌُﻮﺩُ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺪَﺃَ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻓَﻄُﻮﺑَﻰ ﻟِﻠْﻐُﺮَﺑَﺎﺀِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”
(HR. Muslim no. 208)
Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu,
Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab:
Mereka ialah orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan di tengah kerusakan.
(HR. Ahmad) .
Dan ingatlah bahwa kalian semua PASTI MATI dan hanya kepada Allah Tabaroka wa Ta'āla kalian akan kembali serta dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kalian
Maka segeralah bertobat selagi masih ada kesempatan...

FB Ione Piece

Di manakah Mbah Dul ???

Pagi itu saya melintas di lorong SMA Mujahidin, mau mengantar pesanan herba HPAI...
Saat melangkah dalam kesunyian, aku melewati lorong penuh kenangan. Kenangan masa lalu penuh dengan cucuran keringat ditemani senjata setia... Upsss awas ada yang mengintai, santai saja senjata disini adalah sapu, serok dan alat pel lantai" heeee...
Iya, dilorong inilah dulu aku menginjakkan kakiku pertama kali di Yayasan Masjid Mujahidin sebagai seorang karyawan kebersihan. Kadang ketika sore sudah kecapaian, selepas isyapun aku asyik menemani senjata setiaku itu. Kadang bulu kuduk ini berdiri, namun selalu ada bisikan "kenapa harus takut, manusia lebih mulia daripada syaitan"...
Itu yang selalu menguatkan dan menepis cerita-cerita horor. Alhamdulillah, tidak ada satupun makhluk yang menampakkan diri " mungkin tampangku Sudah menakutkan mungkin ya, heee". Hemmm, Sebuah kenangan hidup...

Saat melangkah ke arah tangga, Aku masih ingat dipojok tangga itu. Disitulah aku setiap pagi jam 07.00 menjaga gerbang agar anak-anak tidak keluar saat pelajaran berlangsung. 
Heemmm... Kenangan yang penuh suka dan duka. Ada saja yang merayu biru agar boleh keluar, Kadang posturku yang kecil ini, ada saja yang melawan. Senjata satu-satunya, aku catat namanya dibuku laporan "menghindari adu jotos, bukannya takut tapi sakit kalau kena jotos... Hee".
Alhamdulillah lambat laun mereka paham, bahwa aku hanya melaksanakan tugas... Jadi mohon hormati dan kerjasamanya agar terwujud siswa yang tertib dan disiplin. Indahnya kenangan saat itu...

Saat menuruni tangga, lamunanku terpecah... ada yang mengganjal dan menggerakkan aku untuk kembali kelorong tadi... Hiiikkk, ada apa ya???

Akupun mengerakkan kakiku berbalik arah menuju lorong dengan berjuta penasaran...
Ketika tepat di lorong, aku melihat hasil karya potret anak-anak.
Aku berkata lirih " hemm, bagus juga foto-foto ini".
Dan spontan aku setengah berteriak "looo, ini kan mbah Dul... Dimana beliau sekarang". Kangen dengan sapaan beliau " kapan pulang kampung?"

Beliau asalnya dari kota Jember, Insyallah. Merantau ke Surabaya dan tinggal di Masjid Mujahidin. Beliau orangnya cekatan dan tanggap pada lingkungannya. Jadi beliau sangat disenangi kawan-kawan karena sering membantu.

Memang sudah lama Aku tak bertemu beliau, sejak pindah dari Marbot masjid ke karyawan di TK Mujahidin sampai sekarang pindah lagi di SD Mujahidin. Entah dimana kau Mbah Dul...!!!

Mbah Dul ini, sosok yang luar biasa bagiku... Usia beliau sudah senja, namun semangatnya mengalahkan kami yang masih muda. Setiap hari mengayuh Becak untuk membiayai kehidupan sehari- hari.

Jadi setelah sekitar 1,5 tahun di SMA Mujahidin aku dipindah tugas jadi marbot Masjid. Awalnya, berat karena sudah merasa yaman dan beradaptasi dengan lingkungan anaNamun. Namun, sebagai bawahan harus patuh pada atasan #edisi curhat.

Saat di bertugas masjid, siklus kerjanya mulai berubah... Jam kerja harus selesai pada waktu itu, dan ada piket jaga waktu shalat 5 waktu. Ada enaknya juga, habis asar sudah istirahat kecuali yang piket jaga waktu Shalat lima waktu.

Waktu itu marbot masjid ada 3 orang yaitu aku sendiri, mas Ibnu dan mas Mucib. Ada satu lagi namanya, mas Darsono yang waktu itu masih sekolah, jadi tidak kena piket jaga waktu shalat.

Di Masjid inilah, aku mengenal sosok Mbah Dul ini. Beliau aktifitas hariannya sebagai pengayuh becak. Sedangkan tidur beliau diteras masjid Mujahidin.

Beliau mengayuh becak hanya sampai sekitar jam 11, sebelum duhur. Dan sudah stanbay dengan pakaian muslim disertai peci hitam tua ciri khas beliau. Tidak lupa beliau selalu menyalakan lampu masjid 10 menit sebelum waktu adzan. Dan menjadi pengingat kami ketika sedang asyik merebahkan tubuh yang lelah dengan gesekan sendi-sendi tulang dan bermandikan keringat. Saat-saat seperti itu rasa kantuk sangat kuat memanggil... Beliaulah yang sering membangunkan kami, saat waktu mendekati adzan.

Beliau meski mengayuh becak, namun tidak pernah shalat dengan Kaos ataupun baju yang kotor bekas mengayuh. Selalu ada baju khusus untuk shalat "jadi ingat diriku, kadang shalat tak memperhatikan pakaianku"

Yang menjadi aku kagum pada beliau adalah selalu tidur diawal waktu dan selalu bangun disepertiga malam. Kebiasaan beliau juga membangunkan kami yang bertugas piket jaga waktu shalat saat adzan pertama jam 3 pagi dan saat mau adzan subuh.

Jadi di Masjid Mujahidin, ada adzan sebelum adzan subuh sekitar 1 jam dari waktu subuh.

Kadang beliau salah membangunkan yang jaga. Kadang saat terlelap tidur, ada yang menggetarkan badanku dengan keras. Dengan sedikit membuka mata, melihat wajah khas beliau dihiasi songkok tua berwarna hitam. 

Saat waktunya piket, aku jawab "iya mbah, sambil melirik jam dinding"

Tapi jangan harap berhenti membangunkan, kalau kita tidak duduk atau kalau kita tidak piket menyahuti "bukan aku mbah, yang piket... Itu Ibnu yang piket".

Kalau dapat jawaban itu, beliau langsung mencari yang namanya Ibnu sampai ketemu. Kalau Ibnu tidak ketemu maka, kembali kekita lagi kalau tidak ada. Terpaksa deh, ikut bangun dan mencari sosok ibnu (oawalah lagi mancing to mas Ibnunya.... Wkwkwkwk).

Entah dimana beliau sekarang, sosok yang sangat menginpirasi keteguhan menghadapi kerasnya Kehidupan dan Ketekunan melaksanakan Haknya pada Allah, tidak pernah melupakan ibadah kepada Allah.

Dimanapun beliau sekarang berada, semoga Allah selalu memberikan perlindungan dan kesehatan. Aamiin

 Pasar Keputran Surabaya, Jumat  3 Syawal 1437 H/8 Juli 2016

Perjalanan Hidup

Hidup ini Adalah Perjalanan
Perjalanan yang tak selalu indah
Seperti lukisan Langit
Kadang Cerah membiru
Kadang Suram berhias bintang
Itulah Kuasa Allah

Lihatlah Rumput gemulai
Tak patah kerasnya badai
Lihatlah Batu Karang
Perkasa tak terusik ombak
Itulah kekuatan Imanmu

Saat Sulit Lihatlah
Rasa Syukurmu
Saat Cobaan Mendera
Lihatlah akan KeagunganNya
Saat Senang ingatlah
Lalai selalu mengintaimu
Itulah perjalanan hidupmu

Buang Harap pada Manusia
Pupuk Harap pada Allah
Menuju Taman SyurgaNya
Begitulah JanjiNya padamu

Surabaya, 15 Ramadhan 1437 H/20 Juni 2016

Ini tulisan beliau yang tidak saya lupakan: Haji Pengabdi Setan

Oleh: Ali Mustafa Yaqub*

IBADAH haji 1426 H, pekan lalu, usai sudah. Jamaah haji Indonesia mulai pulang ke Tanah Air. Bila mereka ditanya apakah Anda ingin kembali lagi ke Mekkah, hampir seluruhnya menjawab, ''Ingin.'' Hanya segelintir yang menjawab, "Saya ingin beribadah haji sekali saja, seperti Nabi SAW."

Jawaban itu menunjukkan antusiasme umat Islam Indonesia beribadah haji. Sekilas, itu juga menunjukkan nilai positif. Karena beribadah haji berkali-kali dianggap sebagai barometer ketakwaan dan ketebalan kantong. Tapi, dari kacamata agama, itu tidak selamanya positif.

Kendati ibadah haji telah ada sejak masa Nabi Ibrahim, bagi umat Islam, ia baru diwajibkan pada tahun 6 H. Walau begitu, Nabi SAW dan para sahabat belum dapat menjalankan ibadah haji karena saat itu Mekkah masih dikuasai kaum musyrik. Setelah Nabi SAW menguasai Mekkah (Fath Makkah) pada 12 Ramadan 8 H, sejak itu beliau berkesempatan beribadah haji.

Namun Nabi SAW tidak beribadah haji pada 8 H itu. Juga tidak pada 9 H. Pada 10 H, Nabi SAW baru menjalankan ibadah haji. Tiga bulan kemudian, Nabi SAW wafat. Karenanya, ibadah haji beliau disebut haji wida' (haji perpisahan).

Itu artinya, Nabi SAW berkesempatan beribadah haji tiga kali, namun beliau menjalaninya hanya sekali. Nabi SAW juga berkesempatan umrah ribuan kali, namun beliau hanya melakukan umrah sunah tiga kali dan umrah wajib bersama haji sekali. Mengapa?

Sekiranya haji dan atau umrah berkali-kali itu baik, tentu Nabi SAW lebih dahulu mengerjakannya, karena salah satu peran Nabi SAW adalah memberi uswah (teladan) bagi umatnya. Selama tiga kali Ramadan, Nabi SAW juga tidak pernah mondar-mandir menggiring jamaah umrah dari Madinah ke Mekkah.

Dalam Islam, ada dua kategori ibadah: ibadah qashirah (ibadah individual) yang manfaatnya hanya dirasakan pelakunya dan ibadah muta'addiyah (ibadah sosial) yang manfaatnya dirasakan pelakunya dan orang lain. Ibadah haji dan umrah termasuk ibadah qashirah. Karenanya, ketika pada saat bersamaan terdapat ibadah qashirah dan muta'addiyah, Nabi SAW tidak mengerjakan ibadah qashirah, melainkan memilih ibadah muta'addiyah.

Menyantuni anak yatim, yang termasuk ibadah muta'addiyah, misalnya, oleh Nabi SAW, penyantunnya dijanjikan surga, malah kelak hidup berdampingan dengan beliau. Sementara untuk haji mabrur, Nabi SAW hanya menjanjikan surga, tanpa janji berdampingan bersama beliau. Ini bukti, ibadah sosial lebih utama ketimbang ibadah individual.

Di Madinah, banyak ''mahasiswa'' belajar pada Nabi SAW. Mereka tinggal di shuffah Masjid Nabawi. Jumlahnya ratusan. Mereka yang disebut ahl al-shuffah itu adalah mahasiswa Nabi SAW yang tidak memiliki apa-apa kecuali dirinya sendiri, seperti Abu Hurairah. Bersama para sahabat, Nabi SAW menanggung makan mereka. Ibadah muta'addiyah seperti ini yang diteladankan beliau, bukan pergi haji berkali-kali atau menggiring jamaah umrah tiap bulan. Karenanya, para ulama dari kalangan Tabiin seperti Muhammad bin Sirin, Ibrahim al-Nakha'i, dan Malik bin Anas berpendapat, beribadah umrah setahun dua kali hukumnya makruh (tidak disukai), karena Nabi SAW dan ulama salaf tidak pernah melakukannya.

Dalam hadis qudsi riwayat Imam Muslim ditegaskan, Allah dapat ditemui di sisi orang sakit, orang kelaparan, orang kehausan, dan orang menderita. Nabi SAW tidak menyatakan bahwa Allah dapat ditemui di sisi Ka'bah. Jadi, Allah berada di sisi orang lemah dan menderita. Allah dapat ditemui melalui ibadah sosial, bukan hanya ibadah individual. Kaidah fikih menyebutkan, al-muta'addiyah afdhol min al-qashirah (ibadah sosial lebih utama daripada ibadah individual).

Jumlah jamaah haji Indonesia yang tiap tahun di atas 200.000 sekilas menggembirakan. Namun, bila ditelaah lebih jauh, kenyataan itu justru memprihatinkan, karena sebagian dari jumlah itu sudah beribadah haji berkali-kali. Boleh jadi, kepergian mereka yang berkali-kali itu bukan lagi sunah, melainkan makruh, bahkan haram.

Ketika banyak anak yatim telantar, puluhan ribu orang menjadi tunawisma akibat bencana alam, banyak balita busung lapar, banyak rumah Allah roboh, banyak orang terkena pemutusan hubungan kerja, banyak orang makan nasi aking, dan banyak rumah yatim dan bangunan pesantren terbengkalai, lalu kita pergi haji kedua atau ketiga kalinya, maka kita patut bertanya pada diri sendiri, apakah haji kita itu karena melaksanakan perintah Allah?

Ayat mana yang menyuruh kita melaksanakan haji berkali-kali, sementara kewajiban agama masih segudang di depan kita? Apakah haji kita itu mengikuti Nabi SAW? Kapan Nabi SAW memberi teladan atau perintah seperti itu? Atau sejatinya kita mengikuti bisikan setan melalui hawa nafsu, agar di mata orang awam kita disebut orang luhur? Apabila motivasi ini yang mendorong kita, maka berarti kita beribadah haji bukan karena Allah, melainkan karena setan.

Sayangnya, masih banyak orang yang beranggapan, setan hanya menyuruh kita berbuat kejahatan atau setan tidak pernah menyuruh beribadah. Mereka tidak tahu bahwa sahabat Abu Hurairah pernah disuruh setan untuk membaca ayat kursi setiap malam. Ibadah yang dimotivasi rayuan setan bukan lagi ibadah, melainkan maksiat.

Jam terbang iblis dalam menggoda manusia sudah sangat lama. Ia tahu betul apa kesukaan manusia. Iblis tidak akan menyuruh orang yang suka beribadah untuk minum khamr. Tapi Iblis menyuruhnya, antara lain, beribadah haji berkali-kali. Ketika manusia beribadah haji karena mengikuti rayuan iblis melalui bisikan hawa nafsunya, maka saat itu tipologi haji pengabdi setan telah melekat padanya. Wa Allah a'lam.[ ]

*Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta

Mencetak Generasi Shalih dan Shalihah

Hal ini dapat menggugah kesadaran dan membangun keyakinan pada orang tua bahwa betapa mahalnya harga sebuah keshalihan.

Ini adalah sebuah cita-cita yang harus ada. Dan menjadi wajib mewujudkannya.

Hanya anak shalih yang mengerti bahwa Allah mewajibkan setiap manusia untuk berbakti kepada kedua orangtuanya.

Hanya anak shalih yang bisa merealisasikan dirinya menjadi hamba Allah sejati. Menjadi manusia penuh bakti. Mengabdi kepada Allah mempersembahkan nilai hidup terbaiknya.

Mewujudkan keshalihan pada anak berproses. Sarat dengan perjuangan dan pengorbanan. Sangat sulit bahkan hampir tidak mungkin mewujudkannya jika tidak dengan ilmu. Bahkan ilmunya harus sudah dipelajari sejak sebelum melangkah ke mahligai pernikahan.

Mewujudkan keshalihan hakikatnya sudah dimulai ketika mencari calon ayah atau ibu bagi calon anak-anaknya.

Akhukum : @rikinasrullah

Tarbiyah mendidik kita untuk Taat pada Qiyadah & Jama'ah


Tarbiyah juga mendidik kita, bahwa sebagai manusia biasa kita boleh saja khilaf dan lalai, tapi setiap insan ter-Tarbiyah ketika dia diingatkan dan dinasihati atas kekhilafan dan kelalaiannya maka ia harus segera lurus kembali tanpa kecuali.
Terkadang, mungkin ada logika Qiyadah & Jama'ah yg tidak dapat kita terima, karena Qiyadah & Jama'ah memiliki pertimbangan yg luas daripada logika seorang Jundi.
Itulah mengapa, dalam kaidah Jama'ah, keruh dalam ber-Jama'ah jauh lebih baik dari pada jernih tapi sendirian.
Buat saya secara pribadi, Jama'ah adalah seperti ibu kandung, yg melahirkan dan membesarkan, tak mampu dan tak terfikirkan sedikitpun utk berpisah darinya.
Setiap kader Da'wah, harus menghayati betul pelajaran kisah seorang Khalid bin Walid ra yang kemudian diturunkan jabatannya oleh Khalifah Umar bin Khatab ra, dari seorang Jendral Panglima Besar, menjadi seorang prajurit biasa, yg diturunkan oleh Umar tanpa Khalid memiliki sedikitpun kesalahan.
Umar menurunkan jabatan Khalid hanya karena merasa khawatir terjadi kesalahan persepsi di kalangan Ummat, bahwa kemenangan berasal dari الله, dan bekerja dalam kekuatan Jama'ah, bukan karena seseorang. Sebab semua perang yg dipimpin oleh Khalid selalu membawa kemenangan, dan Khalifah Umar merasa khawatir akan hal tsb. Hanya karena itu Umar menurunkan Khalid dari jabatan tertinggi di kemiliteran menjadi hanya sebagai seorang Prajurit biasa.
Dan ditaati oleh Khalid dgn serta merta tanpa syarat apapun, Khalid pun mengatakan apa yg sangat dikenal oleh sejarah, "sungguh aku berjihad bukan karena Umar, aku berjihad karena الله di manapun posisi aku ditempatkan."
Sebuah Tarbiyah yg sangat indah yang diajarkan oleh para generasi Sahabat, tentang arti penting kesatuan Jama'ah dalam ketaatannya kepada Qiyadah, & semua karena الله.
Itulah kaidah Al-Qiyadah wal Jundiyah yg kita telah dididik bertahun2 dalam Tarbiyah ini.
Semoga الله menjaga Jama'ah Da'wah ini senantiasa ada dalam genggaman Hidayah dan Ridho-Nya, & semoga الله menjaga setiap kita untuk Istiqomah intima' (membersamai) Jama'ah ini dalam kondisi dan situasi apapun.
ZBFirlyRamly (Presiden Cells HPAI)
Cikarang, 11 April 2016

Sepenggal Nasihat Ust.Rahmat Abdullah untuk aktifis dakwah (DAKWAH ADALAH CINTA)

Cobalah sekali lagi kita baca tausiyah Ustadz Rahmat Abdullah ini. Rasanya tidak pernah bosan untuk mengulangi membacanya. Kita menjadi lebih mengerti makna pesan beliau ini kala satu persatu aktivis dakwah ini gugur menghadap Allah SWT saat sedang menjalani tugas-tugas dakwahnya:

"Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.

Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik?

Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi.

Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Sejenak menyimak untaian doa yang pernah dipanjatkan oleh pendiri Partai Keadilan (sekarang PKS) KH. Rahmat Abdullah saat deklarasi Partai Keadilan

____________
DO’A
Dilantunkan oleh K.H.Rahmat Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998, yang diiringi oleh tetesan air mata hadirin.
Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia.
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya.
Engkau pencipta dan pelindungnya
Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami
Rukunkan antar hati kami
Tunjuki kami jalan keselamatan
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang
Jadikan kumpulan kami jama’ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama’ah orang tua yang menyayangi orang muda
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian
Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar
Wahai yang menyambung segala yang patah
Wahai yang menemani semua yang tersendiri
Wahai pengaman segala yang takut
Wahai penguat segala yang lemah
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak
Engkau Maha Tahu dan melihatnya
Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami
“ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih”
Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu
Adil pasti atas kami keputusan-Mu
Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur’an yang agung
Sebagai musim bunga hati kami
Cahaya hati kami
Pelipur sedih dan duka kami
Pencerah mata kami
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang menenggelamkan dunia
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir’aun dan laut yang mengancam nyawa
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka
Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan
Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara
Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya
Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami
Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri
Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW di padang mahsyar nanti
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan
Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru iman
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini
Kepada generasi berikut kami
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini
Dengan sikap malas dan enggan berda’wah
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa
_____________
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KISAH HIDUPKU.... - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger