-Ganti almt yg url merah di atas dgn url yang tadi anda buat di http://code.google.com/hosting/
Latest Movie :


Recent Movies

Deddy Mizwar: "Apapun yang terjadi jangan pernah kehilangan cinta pada negeri ini”

Selasa, 29 Januari 2013


by langitshabrina

Beberapa hari setelah deklarasi pencalonan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dari koalisi PKS, PBB, Partai Hanura, dan PPP pada Pilgub 2013 saya terkaget dengan sebuah selebaran yang bertajuk “Kalem We da Aya #Ayobalikkekampus! H2S Hari-hari Sastra.” 

Pasalnya selebaran yang dibagikan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unpad tersebut adalah undangan untuk mengikuti KURUCETRA “Kumpul Rutin Cerita Sastra” yang membedah film “Tanah Surga Katanya” bersama Deddy Mizwar.

Sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang (hanya baru) melek politik, saya berpikir acara ini akan menjadi ajang kampanye buat Deddy Mizwar. Namun, setelah mengikuti acara tersebut ada ruh lain yang saya dapat.
Ya! Ruang-ruang diskusi sastra adalah tempat bisu untuk para praktisi politik. Di sana mereka tidak dapat berkampanye secara vulgar. Sastra adalah tempat insan-insannya menjual gagasan. Takada ruang istimewa bagi yang bertangan kosong dalam sastra. Siapapun menjual ideologi dalam karyanya. Pramoedya Ananta Toer dengan sosialismenya, Ayu Utami dengan feminismenya, atau M. Irfan Hidayatullah dengan Islamnya, mereka dengan penuh kesadaran membawa ideologi dalam karya-karyanya. Orang-orang yang bertangan kosong hanya akan berada di pinggiran dengan karya absurd yang tanpa sadar mendukung ideologi mainstream. Takada karya tanpa gagasan yang dijual dalam sastra.
Berbicara film berarti berbicara isi cerita. Membaca isi cerita berarti membaca gagasan yang ditawarkan oleh seorang seniman. Begitupun pada film “Tanah Surga Katanya..” yang diproduseri oleh Deddy Mizwar.

Film ini menceritakan perjalanan panjang seorang Salman mengeja kecintaan terhadap bangsanya. Ia dihadapkan dengan situasi-situasi antagonis yang memaksanya untuk mencari penghidupan di Malaysia. Ayahnya menikah dengan perempuan malaysia agar lebih mudah menjadi warga negara sana. Ia diajak ikut pindah dan menjadi warga negara malaysia. Di sisi lain, kakeknya adalah mantan relawan Konfrontasi Indonesia Malaysia tahun 1965. Kakeknya tentu takmengizinkan Salman pindah kewarganegaraan. Sesederhana apapun kehidupan di Perbatasan Indonesia-Malaysia itu, kakeknya tetap lebih memilih hidup di negeri sendiri ketimbang di negeri orang.
“Perjalanan cinta Salman pada negaranya ini mengajari kita soal anugerah terindah dalam mencintai,” kata Deddy Mizwar. “Cintailah manusia tanpa harus mengingkari kebenaran,” tambahnya.

Film ini mengajari kita soal banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghargai negara ini. Di Malaysia bendera Indonesia hanya dijadikan alas dagangan rempah-rempah. Ia taklebih dari warna merah dan putih yang tak berbeda dengan warna kuning, hijau, dan coklat. Adegan ini jadi simbol bahwa pihak yang menjual Sumber Daya Alam Indonesia ke luar negeri hanya menjadikan negara sebagai alas dagangannya untuk memperkaya diri. Salman sampai harus bersiasat untuk mengambil bendera itu dari orang yang menjadikannya sebagai alas. Ia menukarnya dengan sebuah sarung dan mengibarkannya sambil berlari ke Indonesia. Dalam adegan itu sangat terlihat perbedaan jalan Indonesia – Malaysia. Jalan di Malaysia lebih bagus daripada jalan di Indonesia. “Namun, sejelek apapun, itulah kebenarannya. Saya tidak mungkin membagus-baguskan negara kita dalam film itu. Nanti saya bohong!” ujar Deddy Mizwar. “Kalau dalam sepakbola Indonesia dikalahkan Malaysia, saya juga tidak mungkin menceritakan Indonesia menang dalam film ini, nanti saya bohong lagi. Citra visual dalam film adalah refleksi realitas yang ada di Indonesia.” Tambahnya.

Pesan dalam film ini terrangkum dalam puisi Salman ketika menyambut pejabat pemerintah dari Jakarta:

Tanah Surga Katanya

Bukan lautan hanya kolam susu, katanya

Tapi kata kakekku hanya orang-orang kaya yang bisa minum susu

Kail dan jala cukup menghidupimu, katanya

tapi kata kakekku ikan-ikan kita dicuri oleh banyak negara

Tiada badai tiada topan kau temui, katanya

Tapi kenapa ayahku tertiup angin ke malaysia?

Ikan dan udang menghamiri dirimu, katanya

Tapi kata kakek, “Awas ada udang di balik batu!”

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, katanya

Tapi kata dokter intel, belum semua rakyatnya sejahtera. Banyak pejabat yang menjual kayu dan batu untuk membangun surganya sendiri

Benar kata Deddy Mizwar, cintailah bangsa ini tanpa harus mengingkari kebenaran. Pesan ini dirangkum dalam adegan terakhir, pesan sang kakek sebelum wafat, “Apapun yang terjadi jangan pernah kehilangan cinta pada negeri ini!”

Film ditutup dengan adegan Salman berlari membawa bendera merah putih sambil berlari dari Malaysia ke Indonesia. Kembali gagasan nasionalisme disampaikan oleh Deddy Mizwar. Namun, kali ini disajikan dengan lebih halus, tidak sesatir Nagabonar Jadi Dua dan Alangkah Lucunya Negeri Ini.
Gagasan nasionalisme ini adalah ajakan untuk membenahi negara ini berdasarkan realitas yang ada di perbatasan. Generasi mudalah yang menjadi pemegang amanah perbaikan negara ini.

“Kaum Nabi Nuh dimusnahkan oleh Allah karena takmelakukan perbaikan, kaum Nabi Luth juga demikian, bahkan Turki Utsmani juga dimusnahkan oleh Allah, jangan sampai negara kita mengalami hal yang sama. Kalau ada ketidakberesan di negeri ini, lakukan sesuatu karena merasa tidak suka dalam hati adalah perbuatan selemah-lemahnya iman. Kalaupun negara ini akan dimusnahkan, paling tidak, saya ada di barisan orang-orang yang berbuat sesuatu melalui film,” ujar Deddy Mizwar.

“Tapi janganlah sampai negeri ini dimusnahkan. Ayo kita berbuat sesuatu untuk negeri kita dengan karya paling tidak.” Tambahnya. Moderator diskusi waktu itu sampai berkata, “Saya merasa sedang ada di PPT (Para Pencari Tuhan-pen). Serasa dinasehati sama Bang Jek.”
Gagasan dalam film ini sudah menjadi salah satu alasan saya untuk memilihnya dalah Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 nanti. Ide perbaikan dan nasionalisme sudah ada dalam film-film Deddy Mizwar. Saatnya ia bekerja konkret untuk Jawa Barat sebagai salah satu bagian dari Indonesia. Gagasan besar untuk negara ini selalu hadir dari seorang besar bukan?!

*https://langitshabrina.wordpress.com/2012/11/21/belajar-mencintai-indonesia-dari-deddy-mizwar/

_________

Selamat Jalan Isteriku, Engkau Layak Atas Karunia Syahid itu...

Minggu, 13 Januari 2013

Membaca tulisan ini membuat haru dan tak terasa tetesan air mata... Subhanallah memang benar jika wanita Solihah adalah seabik-baik perhiasan dunia "Innad Dun-ya kullaha mataa`un, wa khoyru mataa`id dun-ya Al Mar-atush Shaalihah"
(Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah)

Selamat membaca dan mengambil ibrahnya
17 tahun yang lalu, saat masih aktif menjadi penulis buletin dakwah, aku membaca nama pelanggan yang memesan buletin tersebut. Hj. Robiatul Adawiyah, pasti wanita yang sudah tua. Sudah naik haji dan namanya jadul sekali. 
“Akhi, seperti apa sih ibu Robiatul ini,” tanyaku kepada Pak Marjani yang bertugas mengantar buletin. ”Ndak tahu, nggak pernah ketemu, yang saya tahu dia pesan buletin itu untuk dikirim via bis ke Kotabangun”. 
Wah wanita yang mulia, mau menyisihkan uang untuk berdakwah kepada masyarakat di hulu sungai Mahakam. Tak lama kemudian setelah kita menikah, Buletin Ad Dakwah dari Yayasan Al Ishlah Samarinda diantar ke rumah. Ternyata wanita mulia tersebut adalah engkau istriku, bukan wanita tua seperti yang kukira. Melainkan mahasiswi yang aktif mengajar di Taman Al Quran.
Istriku, beruntung aku dapat memilikimu. Sudah beberapa pemuda kaya yang mencoba mendekatimu tetapi selalu kau tolak. Kelembutanmu dan kedudukanmu sebagai putri seorang ulama besar menjadi magnet bagi para pria yang ingin memiliki istri sholehah. Kamu beralasan belum ingin menikah karena mau konsentrasi kuliah. Padahal alasan utamanya adalah kamu masih ragu dengan kesholehan mereka. Ketika Ustadzah Purwinahyu merekomendasika­n diriku, tanpa banyak tanya kau langsung menerimaku. Hanya karena aku aktif ikut pengajian kau mau menerimaku, tanpa peduli berapa penghasilanku.
Istriku, semua orang mengakui bahwa kau wanita yang tangguh. Jarang seorang wanita bercita-cita memiliki delapan anak sepertimu. Melihatmu seperti melihat wanita Palestina yang berada di Indonesia. Jika bertemu dengan Ustadz Hadi Mulyadi, suami mba Erni ustadzahmu, pasti pertanyaan pertama kepadaku adalah, “ Berapa sekarang anakmu?”. Sering orang bertanya kepadaku, “ Gimana caranya ngurus anak sebanyak itu?” Mudah, rahasianya adalah menikahi wanita yang tangguh sepertimu.
Kehangatanmu membuat anak-anak kita merasa nyaman di dekatmu. Di saat kau lelah sepulang dari mengisi halaqoh atau ta’lim mereka segera menyambutmu dan melepaskan kekangenan mereka. Kadang lucu melihat mereka membuntuti kemana kamu pergi. Kamu ke dapur mereka bergerombol di sekitarmu, pindah ke ruang tamu, pindah pula mereka ke ruang tamu. Masuk ke kamar, berbondong-bond­ong mereka ke kamar. Sampai ada anak yang selalu memegang-megang­ bajumu dan kamu berkomentar,” Nih anak kayak prangko aja, nempeeel terus.” Jangan salahkan mereka, akupun memiliki perasaan yang sama dengan mereka.
Kadang jika cintaku meluap aku berkata padamu, ”Bener nih kamu ndak nyantet aku? Aku kok bisa tergila-gila begini sama kamu?” Kamu tersenyum dan berkata, "cinta Umi ke Abi lebih besar dari cinta Abi ke Umi, Abi aja yang ndak tahu.”

Rasulullah bersabda, "Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” (HR. Ahmad). Sungguh aku merasa telah mendapatkan segalanya dengan kau di sisiku.
Kepribadianmu yang mudah bergaul menjadikanmu disenangi oleh banyak orang. Kamal berkata, “Umi terkenal banget di sekolah. Aku, Mba Aisyah, Mas Nashih, Hamidah, Hilma ini terkenal di sekolah karena anak Umi. Guru-guru kenal kami karena kami anak umi.” Aku ingat perjuanganmu menggalang beberapa orang tua murid ke kantor diknas untuk meminta tambahan kelas agar anak kita yang terlalu muda bisa diterima sekolah. Akhirnya SDN 006 Balikpapan mendapat tambahan kelas dan anak kita bisa bersekolah di sana. Seharusnya aku yang melakukan hal itu, bukan kamu.
Aku terpesona dengan caramu menjalin silaturahim dengan keluarga besarmu. Ketika kita pindah ke Balikpapan, sering kakak-kakakmu menelpon menanyakan kapan liburan ke Samarinda. Mereka rindu kepadamu. Kakakmu KH. Fachrudin, seringkali menelpon, "Kita mau ngadain acara ini, kamu ke Samarinda kah?” Sya’rani, kakakmu yang sering bepergian ke Jawa, ketika mendarat di Balikpapan pun sering berkata, "Baru dari Jawa, mau ikut saya sekalian naik mobil ke Samarinda?” Keponakan-kepon­akanmu pun sering bertanya, “Acil Robiah kapan ke Samarinda?” Jika kita liburan ke Samarinda, maka kemeriahan meledak begitu mendengar suaramu mengucapkan salam. “Wah, Haji Robiah dari Balikpapan.”
Aku kagum dengan semangatmu melaksanakan amanah dakwahmu. Sering kerinduanmu kepada keluargamu tertahan karena ada amanah dakwah yang harus kamu kerjakan. ”Sebenarnya akhir pekan ini keluarga besar kumpul. Ada acara keluarga. Tapi ada halaqoh ini dan majelis talim ini jadi ndak bisa ke Samarinda.” Semoga Allah SWT memasukkanmu ke dalam barisan orang-orang yang berjuang menegakkan agama ini.

Kesibukanmu berdakwah memang menyita waktumu. Tapi aku ridho karena kau tetap komitmen untuk mengurus rumah tangga dengan baik. Aku ridho ketika PKS berdiri, kamu bergabung dan berdakwah bersama mereka. Kulihat kau begitu menikmati hidupmu yang mungkin bagi pandangan sebagian orang sangat melelahkan.
Kamu juga aktif mengisi kajian Siroh Shahabiyah di Radio IDC FM. Ketika engkau ingin berhenti karena hamil dan mengajukan ustadzah lain, mba Irna yang mengasuh acara menolak dan mengatakan sebaiknya cuti saja dan sementara akan diputar ulang rekaman yang terdahulu. Saya tahu mereka pun telah jatuh cinta kepadamu.
Saat Ustadz Cahyadi mengadakan pelatihan keluarga, beliau meminta para peserta menulis tentang pasangannya. Aku terkejut ternyata engkau mengenaliku dengan baik. Engkau tahu makanan yang kusukai dan kubenci, teman-teman yang kuanggap shahabatku, karakter-karakt­erku, dan teman-teman Halaqohku. Diam-diam engkau memperhatikanku­. Terimakasih telah memahami diriku.
Pernah kau mengatakan bahwa kau ingin naik haji bersamaku. Aku mengatakan bahwa kamu sudah naik haji sehingga tidak wajib lagi. Kalau aku punya uang aku akan mengajak anak kita naik haji bukan kamu. Kamu berkata, “Aku akan kumpulkan uang daganganku agar bisa naik haji bersamamu.” Kamu pernah bercerita bahwa saking nikmatnya berada di Kota Mekah, kamu pernah berusaha tukar kloter dengan orang lain agar bisa bertahan lebih lama di kota Mekah.
Istriku, aku suka dengan caramu berbakti kepadaku. Ketika ustadz Muhadi mengajakku mendirikan SDIT Nurul Fikri Balikpapan kau pun mendukungku. Padahal kau tahu bahwa ini akan kembali mengurangi jatah uang belanja untukmu. Bahkan kau berkata, "Aku akan alihkan infaq-infaq yang selama ini ke lembaga zakat ke Nurul Fikri.” Selama ini kau memang menyisihkan uang transport dari mengisi majelis-majelis­ ta’lim untuk menunjang dakwahmu.
Istriku, aku menikmati sentuhan bibirmu ke pundakku sambil memelukku di saat kita naik motor berdua. Mungkin itu caramu menunjukkan kesetiaanmu. Aku tersanjung dengan gayamu menunjukkan cemburumu. Aku merindukan caramu menegurku jika engkau melihatku lalai dalam urusan agama kita. Aku merasa bahagia saat kau memujiku. Aku merasa hebat ketika engkau bermanja kepadaku.
Aku salut dengan kecintaanmu terhadap ilmu. Setiap ada ta’lim yang mendatangkan ustadz yang berkualitas kau berkata, “Harus duluan nih biar dapat duduk di depan.” Sayang, karena begitu banyaknya anakmu terkadang kau terhambat untuk berada di depan. Pernah kau begitu sedih karena tidak dapat menghadiri ta’lim yang diisi DR. Samiun Jazuli. Terlintas di dalam pikiranku, kelak aku akan membiayaimu untuk melanjutkan kuliah S2 agar kau bahagia.
Kau juga begitu bersemangat mengikuti tatsqif (Kajian Tsaqofah Islam) yang diadakan oleh PKS. Ketika ada ujian tatsqif, kau berusaha mengerjakan soal-soal tanpa berusaha menyontek. Tiba-tiba kau mendengar peserta ujian yang lain di sebelahmu saling berbisik tentang jawaban soal yang engkau tidak bisa mengerjakannya.­ Kamu pun menulis jawaban tersebut. Sepulang ke rumah engkau begitu menyesal dan gelisah. Engkau merasa berbuat curang karena mengerjakan soal dari mendengar percakapan orang lain. “Gimana nih Mas, aku sudah nyontek?” tanyamu. Aku jawab sambil bercanda, "Telpon dosennya, minta dicoret jawabanmu yang dapat dari hasil mendengar itu”. Ternyata engkau benar-benar menelpon ustadz Fahrur agar jawaban atas soal tersebut dicoret saja. Itu yang sering kulihat darimu, begitu takut akan dosa-dosamu. Aku bangga padamu istriku.
Istriku, hal yang sering membuatku bergetar adalah di saat melihat engkau sholat. Begitu khusyuk dan menjaga adab. Tidak pernah aku melihatmu terburu-buru di dalam sholat. Aku menikmati melihat caramu menghadap Tuhanmu. Selelah apapun dirimu kamu selalu berusaha membaca Quran satu juz perhari. Engkau juga tidak ingin meninggalkan dzikir harianmu. Haru rasanya saat-saat melihatmu tertidur dengan Quran masih berada di tanganmu.
Sering aku berangan-angan aku akan membahagiakanmu­ kelak saat anak-anak sudah besar. Aku akan mengajakmu berjalan-jalan ke kota wisata. Aku akan membelikanmu perhiasan walaupun sekedarnya. Karaktermu yang tidak pernah meminta memang membuatku lalai memperhatikan kebutuhanmu. Bahkan motor pun tidak pernah kubelikan. Motor butut yang kau pakai adalah motor yang memang telah kau bawa dan kau miliki sejak masih gadis.
Aku yakin bahwa kebersihan hatimulah yang memancarkan aura persahabatan dari wajahmu. Banyak yang mengatakan kepadaku, ”Beliau adalah tempat saya menyampaikan curhat.” Terkadang kau terlambat pulang dari mengisi pengajian, ketika ku tanya kenapa terlambat, kau menjawab, “Kasihan ada yang pingin curhat, jadi dengerin dia dulu. Semoga Allah segera kasih dia jalan keluar.” Saya yakin mereka curhat kepadamu karena mereka merasakan kebaikanmu.
Kamu sering memujiku, “Suami yang pintar”. Kulihat, kamulah yang lebih pintar mengaplikasikan­ teori ke dalam praktek dunia nyata. Sebenarnya aku banyak belajar darimu. Kamu pintar sekali memulyakan orang lain. Kamu sering memberikan sesuatu kepada tetangga-tetang­ga kita. Terkadang aku malu karena yang kau berikan adalah hal-hal yang sederhana. “Malu ah ngasih ke tetangga segitu. Nggak level buat mereka.” Ternyata sikap perhatianmu kepada tetangga inilah yang membuat mereka mencintaimu.
Kamu mengatakan kepada pembantu kita, “Kumpulkan teman-teman yang lain, nanti saya yang membimbing bacaan Qurannya.” Dengan sabar kamu melatih mereka membaca Quran. Kau pun membelikan peralatan memasak sebagai hadiah kepada mereka yang lulus dan melanjutkan bacaan ke jilid berikutnya. Pernah kau melihat salah seorang diantara mereka sedang berlatih mandiri di rumahnya. Kau berkata, "Bahagianya aku Bi melihat mereka mau melatih bacaan secara mandiri.” Sampai terucap dari mulut pembantu kita, “Bu, saya ini mendapat hidayah dari tangan Ibu lho.”
Terkadang aku lupa untuk memberikan uang belanja, ketika kutanya engkau menjawab,”Aku pakai uang daganganku”. Kau­ kadang membelikanku baju sebagai hadiah ulang tahunku. Aku memang seorang yang berprinsip minimalis, terkadang jika ada barang yang menurutmu harus dibeli, aku mengatakan bahwa itu tidak perlu dibeli, kita da’i tidak usah terlalu mengejar kesempurnaan. Seperti biasa kau pun mengalah dan berkata, "Ya sudah pake uang aku aja.”
Ketika engkau mengalami pendarahan saat melahirkan anak kita yang ke delapan, engkau mengalami step. Sungguh hancur hatiku melihatmu menderita. Ketika dokter mengatakan butuh tiga kantung darah, aku segera keluar berlari menuju PMI tanpa sempat mengambil alas kaki. Aku sangat takut kehilangmu. Ketika diberitahu bahwa putra kita telah meninggal, aku sudah tidak peduli lagi, “Tolong selamatkan istri saya dok.” Setelah dioperasi kau sempat tersadar, aku tidak tega untuk mengatakan bahwa putra kita telah meninggal. Aku tidak ingin kau tahu bahwa kandungan yang sangat kau cintai dan sering kau elus-elus dengan penuh cinta telah mendahuluimu.
Dokter mengatakan bahwa kondisi sangat kritis, biasanya kondisi ini berakhir dengan kematian. Dengan kesedihan yang terus mengelayuti aku berkata, ”Umi tidak usah ngomong apa-apa, semua abi yang urus, Umi nyebut Allah saja.” Aku berharap seandainya Allah memanggilmu, maka ucapan terakhirmu adalah Allah. Walau tidak ada suara yang kudengar, kulihat mulutmu menyebut nama Allah dua kali. Saat itu aku bernazar, aku pun bertawashul dengan segala amalku agar Allah memberikan kesempatan agar engkau masih bisa bersamaku. Dan ternyata anak-anak kita bercerita bahwa saat itu di rumah mereka juga bernazar agar ibu mereka selamat.
Dengan sisa harapan yang tersisa di hatiku, aku berusaha membangkitkan semangatmu, ”Cep­at sembuh, anak-ana­k kita menunggumu di rumah.” Engkau mengangguk-angg­uk. Ternyata Allah SWT sangat mencintaimu. Allah SWT ingin memberimu karunia syahid. Kematianmu karena melahirkan putra kita menunjukkan bahwa Allah ingin memberikan yang terbaik untukmu. Sebagaimana Rasulullah mengatakan bahwa wanita yang mati karena melahirkan termasuk orang-orang yang mati syahid.
Seorang shahabatmu, Ustadzah Mahmudah, menelponku, "Mba Robi itu kalau saya perhatikan sangat khusyuk kalau memimpin doa atau mengaminkan doa. Kalau berdoa, saat kalimat wa amitha 'ala syahaadati fii sabiilik (matikanlah jiwa kami dalam syahid di jalan-Mu) sering saya lihat mba Robi meneteskan air mata. Ternyata kita memang tidak boleh meremehkan kekuatan doa.”
Pak Emil tetangga kita berkata, ”Saya tidak pernah berinteraksi dengan almarhumah. Hanya istri saya yang bergaul dengannya. Tapi kepergiannya membuat saya merasa kehilangan sampai dua hari”. Mungkin dia shock karena melihat istrinya terguncang.
Ustadzah Sujarwati berkata, "Saya mengisi pengajian dekat SMPN 10, mereka bercerita bahwa almarhumah ustadzah Robiah yang merintis majelis ta’lim ini. Mereka semua kemudian menangis karena teringat istri sampeyan.” Banyak yang terkejut dengan kepergianmu. Ada yang baru mendengar kematianmu, datang ke rumah untuk kemudian menangis karena kehilanganmu.
Hari kematianmu menjadi saksi atas kesholihanmu. Begitu banyak yang datang untuk memberikan penghormatan kepadamu. Ustadz Muslim mengatakan, "Sahabat-sahabat­nya dari pesantren Al Amin, Madura sudah siap-siap mau beli tiket untuk ke Balikpapan, tapi mendengar jenazah akan di bawa ke Samarinda mereka tidak jadi datang.” Beberapa ustadz datang dari Samarinda. Bahkan Ustadz Masykur Sarmian, Ketua DPW PKS Kaltim pun datang dari Samarinda dan menjadi imam yang mensholatimu. Aku pun melihat ustadz Cahyadi Takariawan, penulis buku dari Yogya, hadir di masjid itu. Mungkin Allah sengaja mengutus orang-orang sholih tersebut untuk mensholatimu dan menyempurnakan pahalamu. Motor-motor memenuhi jalan masuk ke komplek kita. Seseorang dengan heran mengatakan bahwa kemarin kepala kantor meninggal di komplek ini yang datang nggak sebanyak ini. Ini cuma ibu rumah tangga kok banyak banget yang datang.
Sesudah disholatkan di masjid Balikpapan, engkaupun dibawa ke Samarinda. Sampai di masjid Ar Raudhah, Aku melihat KH. Mushlihuddin, LC Koordinator Qiroati untuk Kalimantan hadir di sana. Kamu sering berkata bahwa kamu sudah menganggap beliau, guru mu membaca Quran, seperti ayah sendiri. Kecintaanmu kepada Quran membuat kamu mencintai beliau yang selalu komitmen berjuang menegakkan Al Quran di muka bumi. Sering kamu mengatakan bahwa kamu kangen dengan gurumu, ustadz Mushlih. Segera aku meminta beliau untuk menjadi imam sholat jenazah untukmu.
Kakakmu, Ibu Mursyidah berkata, ”Kepergiannya persis seperti ayahnya, KH. Abdul Wahab Syahrani. Disholatkan dari masjid ke masjid.” Sebelum meninggal beliau berwashiat untuk dikuburkan di Kotabangun. Karena washiat itu beliau disholatkan di tiga masjid di tiga kota oleh murid-murid beliau. Pertama disholatkan di Islamic Centre Samarinda, kemudian disambut oleh Bupati Kutai Kartanegara (Beliau adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab. Kukar) dan disholatkan di masjid agung Tenggarong, kemudian disholatkan kembali oleh murid-murid beliau di masjid Kotabangun.
Dengan lelehan airmata aku ikut memandikanmu, mengangkatmu, memasukanmu ke liang lahat. Seseorang berkata, "Antum duduk saja biar yang lain saja.” Tidak, Aku tidak mau kehilangan kesempatan ini. Aku sudah kehilangan kesempatan membahagiakanmu­ di dunia. Aku sudah kehilangan kesempatan membalas dengan baik pelayananmu kepadaku. Biarlah hari ini aku melayanimu walaupun sekedar mengurus jasadmu.
Terimakasih istriku, selama hidupmu kau selalu berusaha tidak merepotkanku. Ketika aku ke bengkel untuk menambal ban, aku mengabarkan kematianmu dan memohon doa untukmu. Tukang tambal ban, mendoakannya dan berkata, "Istri sampeyan sering ke sini sendiri, menuntun sepeda motor untuk menambal ban, atau kadang ganti ban motor”. Sekuat tenaga ku tahan airmataku. Aku tahu sebenarnya itu adalah tugasku. Kubayangkan adakah wanita lain yang mau menuntun motor ke bengkel untuk menambal ban karena tidak ingin merepotkan suaminya.
Mungkin kamu saat ini telah tersenyum bahagia bercanda bersama Abdullah, putra kita. Mungkin kamu sudah bertemu dengan ayah ibumu yang sangat kamu cintai. Walaupun aku betul-betul kehilanganmu, aku tahu bahwa karunia syahid yang Allah SWT berikan kepadamu adalah yang terbaik untukmu.
Istriku, aku menulis ini untuk menumpahkan rindu yang bergejolak di hatiku. Aku juga berharap agar orang yang membacanya mau meringankan lidahnya untuk mendoakanmu. Aku berharap tulisan ini dapat membalas jasamu kepadaku. Sungguh betapa lambatnya hari-hari berlalu tanpamu. Ingin rasanya aku segera masuk ke surga agar dapat bertemu kembali denganmu. Selamat jalan Khadijahku.....



Balikpapan, hari ke sembilan belas tanpamu di sisiku

Yang bersyukur mendapatkanmu

Suamimu,
Abu Muhammad




_____________________
*Cahyadi Takariawan: Kepergian Dua Ummahat Senior Itu Mengejutkanku  

FITNAH HIZBUT TAHRIR KEPADA PRESIDEN MURSI (Dr. Muhammad Mursi)

Posted by mujahidallah under Hikmah, Inshaf, Muhasabah | Tag: Hizbut Tahrir, Syabab HTI, Tadzkiroh, Tausyiah | Leave a Comment Beberapa hari yang lalu, facebook saya dikirimi sebuah vidio oleh syabab HTI terkait statment Presiden Mursi tentang penegakan hijab di Mesir, tidak lupa syabab memberikan komentarnya mengenai vidio tersebut dengan nada sinis dan tendensius: “Daripada sibuk ngeluarin fitnah, mending nih denger kata-kata yang keluar dari orang yang katanya hafal Al-Qur’an!. Presiden Mesir, Mursi mengatakan; “Menegakkan Hijab adalah konyol, dan bukanlah bagian dari Syariah, bahkan melawan Syariah.”




Tanggapan untuk semua syabab HTI di Indonesia:
Presiden Muhammad Mursi sama sekali tidak mengatakan seperti yang dituduhkan. Beliau memang mengatakan: Kalaam Faarigh (omong kosong/ gosip/ konyol). Tapi tidak seperti yang dituduhkan oleh syabab HTI. Bagi kawan-kawan alumni Mesir, bahasa Arab yang digunakan di vidio tersebut adalah bahasa ‘amiyah (keseharian).
Kurang lebih terjemahannya sebagai berikut:
“Ada gosip yang mengatakan pada kalian, ‘Dr. Moursi akan memaksakan wanita mengenakan hijab. Kata siapa itu? Siapa yang menebar gosip tak bermutu seperti itu? Hijab adalah syariat. Itu benar-benar syariat. Kita tidak boleh menentangnya. Allah Rabb kita sudah memberikan manusia pilihan: beriman atau tidak beriman atas syariatnya. Itu adalah urusan akidah. Wanita yang mau berhijab, dia bebas mengenakannya. Bagi wanita yang mengenakan pakaian yang menurut dirinya layak, dia bebas selama tidak berdampak negatif bagi masyarakat. Nah, undang-undang negara baru akan intervensi jika perbuatan seseorang melanggar -bukan hanya pakaian saja- kepentingan umum. Ingat, undang-undang yang akan mengintervensi bukan hanya Presiden.”
Banyak syabab yang tidak paham penggunaan kata Fardhil Hijabi (enforce, memaksakan). Presiden Mursi berbicara sebagai kepala negara, saat ditanya: “Ada gosip yang mengatakan Anda sebagai presiden akan memaksakan hijab bagi kaum muslimah?”. Beliau menjawab, “Gosip seputar mewajibkan hijab bagi wanita sangat tidak betul”. 
Yang tidak betul itu adalah GOSIP-nya. Kekacauan para syabab HTI dalam menerjemahkan bahasa arab sudah berulang kali terulang. Di sinilah pentingnya, belajar bahasa dari induknya dan harus merasakan “Cita Rasa” bahasa di tempat asalnya. Jika hanya dari buku saja ya maaf-maaf saja, antum akan kebelinger seperti itu. Sering kali syabab menyuruh orang lain menjaga hati dan lisan, tapi begitu lancang memelintir perkataan seseorang yang efeknya bisa lebih besar daripada GAYA ASBUN para syabab di FB.
Uniknya setelah begitu saja menebar FITNAH dan MEMELINTIR, tanpa rasa MALU dan tanpa ADAB sama sekali, mereka tidak meminta maaf. Dimanakah anjuran menjaga hati dan menjaga lisan duhai syabab??
Cilakanya…, banyak syabab HTI yang percaya dengan vidio Youtube tersebut karena melihat teks berbahasa Inggris-nya, bukan dari dialek bahasa arab Mesir.
Hasbunallahu wani’mal wakiil. Ni’mal Maulaa wa ni’man Nashiir..
*****
Kaum marxis dan komunis Mesir sejak dahulu selalu memfitnah Al-Ikhwaanul Muslimiin melalui majalah Roos Yusuf. Belakangan muncul video-video yang mendeskriditkan Presiden Muhammad Mursi. Dari surat yang dikutip dari situs zionis sampai kabar “Jilbab tidak masuk akal”. Lucunya itu semua disebarkan oleh kalangan Takfiriyyun dan HTI. Padahal mereka tidak mengerti bahasa Arab dan lebih khusus lahjah (dialek) Mesir.
8
Presiden Muhammad Mursi mengatakan: “Asy-Syarii’ah hiyal haqq wa hiyal ‘adl” (Syariah adalah yang benar dan juga yang bisa memberikan keadilan). Mari kita lebih inshaf dan berbaik sangka. Ghuluw dalam takfir menjadikan orang jatuh dalam kezhaliman dan menyebarkan fitnah. Seorang pemimpin memiliki petimbangan tertentu sehingga dia mengundurkan pernyataan penegakan syariah Islam. Bukan karena kufur kepada Allah, rasul-Nya, dan syariah-Nya. Dan bukan pula karena beriman kepada demokrasi dan melakukan pengkhianatan kepada umat. Dan hal tersebut masih muhtamal dalam timbangan syariah sebagaimana Raja Najasyi tidak melakukan shalat, puasa, hajji, hijrah, dan menegakkan syariah dalam kekuasaannya. Sekali lagi hal tsb “maudhi’un nazhar” dan muhtamal dalam timbangan syariah.
Jadi, kaum marxis komunis Mesir, zionis, takfiriyyun, dan HTI sudah satu sikap dalam fitnah memfitnah. Kalau yang kafir mau diapakan lagi??! Sedang Takfiriyyun dan HTI harus bertaubat kepada Allah Ta’ala dan meminta maaf karena sudah menyebarkan sampah dan fitnah yang sangat besar. Kalau tidak bagaimana??? Ya tunggulah adzab dari Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.”
Allah Ta’ala juga berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan mata. Dan apabila Orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira”.
Dan firman-Nya:
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”
Dengki menutup mata hati…
Konstitusi Mesir yang baru
الإسلام دين الدولة، واللغة العربية لغتها الرسمية، ومبادئ الشريعة الإسلامية المصدر الرئيسي للتشريع . ِ
Artinya: “Islam adalah agama negara, bahasa Arab adalah bahasa resminya, dan prinsip-prinsip Syariah Islamiyyah merupakan sumber utama perundang-undangannya.”
Itulah pasal ke 2 dari konstitusi Mesir yang baru setelah revolusi. Pasal itu telah disepakai secara aklamasi oleh kaum Islamiyyun.  Dengan itu Mesir sudah menjadi Daulah Islamiyyah. Saya berharap siapapun yang sudah ghuluw dalam memandang pemanfaatan parlemen untuk mengokohkan Islam di bumi dan memenangkannya diatas semua agama-agama sampai jatuh dalam pengkafiran agar memuroja’ah pandangan dan sikap mereka yang zhalim dan ekstrem. Kebaikan selamanya berada dalam pertengahan. Muwaafaqah (setuju) dan mukhaalafah (menolak) harusnya berdasarkan syariah. Dan janganlah interpretasi dan kesimpulan dangkal dijadikan tolok ukur menyalahkan orang, lalu mengkafirkannya.
Kemarin (1 Desember 2012) Ratusan ribu orang tengah berkumpul di depan Cairo University Mesir untuk persiapan Aksi Sejuta Rakyat Untuk Penerapan Syariah Dan Mendukung Legalitas Mursi. Dan ternyata 6 juta (via: voa-islam) lebih manusia dari 38 gerakan revolusi Mesir turut mendukung Morsi berlakukan konstitusi baru negara yang berdasarkan Syariat Islam. Masa Aksi dari kalangan islamis yang terdiri dari  Salafi, Ikhwanul Muslimin, dan warga Mesir pro revolusi. Allaahummanshurhum wa allif baina quluubihin wa wahhid shufuufahun.
9
Hanya Hizbut Tahrir yang tidak ikut bergabung di lapangan.
Baradai, Amr Musa, dan kalangan Sekuler Liberal dalam dan luar negeri bergidik ngeri melihat Rakyat Mesir dukung penuh presidennya..
*****
Saya berdoa semoga Allah Ta’ala selalu memberikan taufik-Nya kepada kaum Islamiyyun dari Al-Ikhwaan dan Salafiy untuk bresungguh-sungguh mewujudkan Syariah Islam di Mesir. Dan semoga Allah Azza Wa Jalla melindungi Mesir dari segala keburukan dan fitnah. Dan ke depan Mesir bisa memainkan perannya kembali untuk memimpin Dunia Islam dalam ma’rakah melawan jahiliyyah, aamiin.
#SaveKhilafah dari terminologi sempit..!
Purwokerto, 18 Muharram 1434 Hijriyah | Pukul 22:20 WIB
Agus Supriyadi
Inspirasi: Serpihan status Ust. Nandang Burhanuddin dan Ust. Ibnu Luthfie Attamany, Ahsanta Syukron Jazaakumullahu khoiron katsiiron.

http://mujahidallah.wordpress.com/2012/12/02/fitnah-hizbut-tahrir-kepada-presiden-mursi-dr-muhammad-mursi/

CINTA Adalah Menyatukan, Menguatkan dan Mengokohkan

Inilah bukti bahwa Cinta Suami Istri tidak selalu ditentukan oleh fisik namun karena RobNya... sesungguhnya Allah telah memberikan anugerah Cinta yang tulus yang lahir dari lubuk hati yang dalam yang bisa menyatukan yang berserakan, menguatkan yang terurai, dan mengokohkan yang telah rapuh..... Setiap kekurangan pasti ada kelebihan yang diberikan Allah kepada hambanya, karena Allah tidak menciptakan manusia ini tanpa bekal melainkan dengan sejuta nikmat jika kita mau mensyukuri dan berusaha untuk menjadi lebih baik.
Tentu bagi kita yang memiliki fisik yang sempurna, mengapa tidak lebih bersyukur atas nikmat Allah ini....















Subhanallah! Laut Hilang Di Sempadan Uzbekistan Dan Kazakhstan

Laut Aral “menghilang” kerana bencana (perairannya menyusut sehingga 80 peratus sejak. 1960-an














Sumber

"Kabar Terkini Gaza" konpres Khalid Misyal Pemimpin Politik Hamas


Senin, 19 November 2012
Pemimpin politik Hamas, Khalid Misyal, menyatakan bangga dengan perlawanan para pejuang di Gaza dan mengatakan politisi Hamas mendukung mereka.

"Saya amat bangga dan terhormat dengan perlawanan ini, dengan pria dan perempuan serta pahlawan perlawanan, para pemimpin, para komandan. Mereka yang melindungi tanah, yang mempertahankan kehormatan kampung halaman. Mereka tidak akan jatuh di depan musuh," tuturnya dalam konferensi pers di ibukota Mesir, Kairo (19/11).

Isi konpres Khalid Misyal secara cukup lengkap kami sampaikan dari twit @kaisar_el_rema berikut....

Menunggu konpers Khalid Misyal.

Misy'als memiliki pilihan kata yang bagus. Negarawan besar. Silahkan bandingkan dengan pidato atau arahan pejabat kita.

Matanya yg tajam jernih, senyumnya yg manis dan kecerdasannya menyihir. Misy'als juga memilki rasa humor cukup tinggi.

Misy'als berikan keterangan (konprensi pres ) terkait perkembangan terakhir Gaza....

Pertama, saya minta maaf. Sebab beberapa kesibukan konpers ini terlambat. Dan terima kasih atas kesabaran Anda.

Saya merasakan kebanggaan dan izzah atas perlawanan ini. Lelaki dan perempuan mempertanahkan Tanah Airnya.

Ahmad Jabari telah meninggalkan banyak pemimpin meskipun keadaan sangat sulit.

Kami tidak pernah terkejut dengan pembunuhan-pembunuhan yg menimpa kami. Sebab Al-Quran telah kabarkan itu.

Saya ingin kabarkan kepada Anda bahwa ruhiyah penduduk Gaza sangat tinggi. Mereka solid di bawah komando satu pemimpin.

Anda silahkan bandingkan dengan psikologis penjajah. Kocar-kacir tidak karuan.

Ada beberapa target Netanyahu dan semuanya gagal. Memang dia mampu membunuh Jabari.

Target Netanyahu ingin mengatakan kepada penduduk Gaza saya yg mengendalikan keadaan. Saya bisa menyerang kapanpun dan berhenti sesuka saya.

Tapi pemuda Gaza katakan : Tidak!

Netanyahu ingin menguji bangsa Arab yang baru saja melakukan revolusi. Dan gagal.

Kita tidak memeliki alat perang yang cukup. Tapi kami punya keinginan.

Israel punya semua alat tempur. Dan kami hadapi dengan produk lokal. Tapi Netanyahu tidak mampu mengimbangi kami.

Maka akan disimpan dimana malunya? Senjata dan prajurit apa lagi yang akan dikeluarkan? Tidak ada.

Sebab itu mereka bunuhi anak-anak demi mematahkan semangat kami. Netanyahu penjahat perang.

Silahkan perhatikan, Israel menyerang jurnalis. Agar kabar kejahatannya tidak tersebar. Terima kasih wartawan.

Netanyahu mengancam akan mengancam lewat darat. Silahkan saja. Kami tidak terkejut. Itu bunuh diri politik.

Penduduk Gaza mengatakan : Wahai Misy'als jangan pernah khwatirkan kami. Kami ingin tuntutan kami.

Ini artinya apa? Penduduk Gaza meminta agar jihad tidak dihentikan. Mereka ingin tercapai cita2nya.

Terkait serangan darat Israel, kami tidak ingin mengundang bencana. Tapi jika tidak terhindar, kami tidak takut.

Mereka akan melihat bahwa mereka salah perhitungan.

Gencatan senjata harus dengan syarat yang diajukan para pejuang.

Fatah dan Hamas bukan musuh. Kami bersaudara. Tapi setan manusia dan jin terus menebar fitnah. Kita sudah ada kesepakatan.

Musuh kita Yahudi ini tidak bisa dihadapi dengan diplomasi politik. Harus dihadapi dengan kekuatan.

Kami serukan kepada semua penguasa Arab untuk kembali mengoreksi manuvernya selama ini.

Ini adalah moment bersejarah. Arab harus bersatu. Memunculkan program dan strategi baru.

Kita sangat bangga dengan keputusan2 pres Mesir yang berani. Begitu juga Amir Qatar.

Saya serukan kepada aktivis HAM agar menaruh perhatian pada kejahatan perang Netanyahu.

Kepada Penguasa Amerika dan Eropa, saya tidak paham mengapa kalian masih mengatakan Israel berhak membela diri.

Membela diri dari siapa? Bocah dan bayi-bayi Gaza?

Kepada Barat saya ingin katakan : masa depan kepentingan Anda tidak bersama Israel. Tapi ada di tangan muslimin dan dunia Arab.

Mesir adl negara besar. Dan selalu memikirkan permasalahan besar. Dan kami tidak akan menambahi beban Mesir.

Menghapus blokade Gaza bukan hanya demi kepentingan Gaza. Kami akan menjadi bangsa satu. Memiliki keputusan politik satu. Palestina satu.

Israel menganggap Gaza lemah dan kelinci percobaan. Saya katakan, hitung kembali strtategi kalian. Jika tidak itu kubur kalian.

Gaza dijajah dan penduduknya pemberani. Tidak ada yang kabur. Tidak ada ganti untuk Palestina kecuali Palestina.

Sinai yang diperjuangkan Mesir, kami juga memperjuangkan. Kita umat satu.

Mereka meminta kami berhenti. Israel pembunuh itulah yg harus berhenti dan angkat kaki. Keluarkan tahanan2 kami di penjara.

Semua kemungkinan terbuka. Gencatan senjata atau peningkatan konfrontasi kami siap. Insya Allah kebaikan bersama penduduk Gaza.

Hamas bukan pengikut Suriah, bukan Iran, Mesir, Turki. Kami bukan pengikut siapapun. Kami punya penduduk Palestina.

Arab sudah banyak berubah. Meskipun belum maksimal. Kami tidak akan buru2. Rakyat mereka harus diprioritaskan. Selnjtny silahkn pikirkan kami.

Permasalahan dimulai ketika Jabari dibunuh. Kemudian mereka meminta Mesir untuk gencatan.

Israel yang memulai peperangan dan sekarang mereka merengek stabilitas.

Kami bukan anti gencatan. Tapi sekali lagi, kami memiliki syarat lama dan baru yg harus dipenuhi.

Permasalahan Palestina yg sensitif dan besar membutuhkan pandangan komprehensif dan serius. Solusi yg kita butuhkan perlawanan dan politik.

Kami memiliki cara pandang yg berbeda dengan Iran terkait permasalahan Suriah. Tapi itu tidak menutup kami untuk berkomunikasi.

Roket dan senjata made in dalam negeri. Dan kami akan terus meningkatkan kwalitas. Untuk melindungi anak bangsa kami.

Sekian konpers dan dialog Khalid Misy'al.
"Kabar Terkini Gaza" konpres Khalid Misyal Pemimpin Politik Hamas
Senin, 19 November 2012

http://www.facebook.com/groups/keluargabesarpks/permalink/439775549417776/

Gaza Tak Seperti yang Kau Duga | by @nasrullahorchid Relawan KNRP

Senin, 19 November 2012




Nasrullah 
@nasrullahorchid
Depok - Gaza



Twit @nasrullahorchid relawan yang baru saja kembali dari Gaza Palestina..

  1. Perang itu akhirnya pecah juga. zionis israel menyerang Gaza dgn membabi buta. Dlm hati kecil sy plg dalam, sy menyesal.

  2. Kenapa itu tdk terjadi saat sy msh di sana? Lho koq menyesal? Ya, krn sy dg tim relawan KNRP saat masuk ke Gaza sdh siap dgn semua resiko.

  3. Termasuk jk hrs melihat Gaza berjihad atau kami syahid di sana.

  4. Sbnrnya raguuuu sy tulis kalimat di atas, rasanya ingin dihapus saja... Tapi kalimat itu penting bagi sy utk melukiskan "jiwa" warga Gaza.

  5. Mmg bgm jiwa mrk? Bersedih? Berduka? Meratap? Oh tidak... Mrk yg menyatakan warga Gaza skrg bersedih, berarti belum mengenal mrk.

  6. Sebaliknya, kini warga Gaza bersuka cita. Perang ini sdh dinantikan sejak lama.

  7. Betapa tidak? Sy saja, org yg jauh dr bumi jihad itu menyesal tdk bisa andil dlm jihad & meraih mati syahid, apalagi mrk.

  8. zionis la'natullah merasa ketika mbom Gaza tlah mciptakan teror & kesedihan. Pdhl sebaliknya, mrk malah menciptakan pesta syurga bg Gaza.

  9. Syahid adlh jalan tersingkat&terbaik utk dptkan syurga-Nya. Bgitu keyakinan mutlak setiap warga Gaza yg berjumlah 1,7jt itu.

  10. Ahmad Ja'bary asy-syahid, komandan al-qossam yg dibom 14 nov lalu itu skrg sdg diarak malaikat. Semua warga gaza iri dgnnya.

  11. Semua warga gaza berharap menjadi syahid layaknya panglima yg memimpin lebih dari 20 ribu pasukan al-qossam itu.

  12. Warga Gaza trus bjaga di tengah malam. Mrk bsiap menerima rudal israel. Tdk tidur utk beribadah. Brharap ibadah itu jadi pnutup hidupnya

  13. Dgn jiwa sprt itu, maka mungkinkah zionis mampu memenangkan perang ini? Malah sebaliknya, kini warga israel-lah yg ketakutan.

  14. Warga israel ketakutan menerima kiriman roket dr pejuang hamas. Para pemimpinnya sibuk mencari dukungan dari tokoh dunia.

  15. Semntara dunia arab kini berbeda. Pemimpinnya tlah berganti satu demi satu. Menjadi pemimpin yg lebih dekat pd Islam.

  16. Maka, zionis israel sdg membangunkan singa yg sdg tertidur. Aumannya terdengar sampai ufuk paling timur...
Amal 11 years old. She got injured when the Israeli jets hit the area so close to her house.
she is in Shifa hospital now getting her medical treatment.
She raised her hand with the VICTORY sign. Love Amal and God protect our children .
(IKRAM Mesir 2012)

Anak-anak Gaza... mereka bukan anak-anak biasa..
Tak kenal takut... dan bukan pengecut..
Mereka terlahir sebagai pahlawan...


___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KISAH HIDUPKU.... - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger