-Ganti almt yg url merah di atas dgn url yang tadi anda buat di http://code.google.com/hosting/
Latest Movie :


Recent Movies

Bersatu di Tengah Badai | by @anismatta

Sabtu, 16 Juni 2012

Oleh Anis Matta

Masih mungkin! Masih mungkin kita menyatukan bangsa yang terdiri dari 300 suku dan bahasa. Bahkan juga bangsa-bangsa dunia Islam. Dengan cinta. Cinta misi. Dan hanya itu.

Satu persen prajurit itu gugur. Mereka berempat. Semua syahid. Tapi semua hidup. Sebab memang semua syuhada tidak mati dimata Allah. Mereka ada disana, disisi Allah menikmati limpahan karunia-Nya. Sebab mereka Syahid justru karena mereka ingin memberi kesempatan kepada saudaranya untuk hidup.

Itu cerita tentang empat sahabat Rasulullah saw yang sama-sama kehausan dalam suatu pertempuran. Tapi air yang tersedia tidak cukup untuk mereka berempat. Maka masing-masing mereka mendahulukan saudaranya. Sampai gelas itu berkeliling tanpa satu pun yang minum. Begitu ia sampai pada prajurit pertama, ternyata ia sudah syahid. Begitu juga yang kedua, ketiga dan keempat. Itu “itsar” dalam bahasa agama kita. Semua gugur jadi syuhada. Semua tegak jadi saksi cinta.

Bisa. Bisa. Kita bisa menunjukan keluhuran tertinggi semacam itu di saat yang paling sulit. Itu bukan sekedar cerita cinta yang hanya bisa diriwayatkan dalam sahabat-sahabat Rasulullah saw. Kita bisa meriwayatkannya juga dalam kehidupan kita. Seperti pada badai tsunami lalu. Kita bisa bersatu atas nama cinta: maka ketika badai meluluhlantakan Serambi Mekah, cinta mengalir kesana lebih dahsyat. Kita bahkan tidak pernah punya sejarah cinta sebagai sebuah bangsa seperti pada peristiwa tsunami itu.

Sebab ketika Allah mempersaudarakan orang-orang beriman, ia hanya ingin mangatakan bahwa komunitas sosial kita harus diikat dengan cinta yang lahir dari iman. Hanya dengan begitu kita bisa menentukan kekuatan perekat abadi, tembus masa dan ruang, dan bebas dari berbagai perubahan situasi. Disaat persatuan bangsa dipertaruhkan di tengah badai alam atau politik atau ekonomi atau sosial atau keamanan, cinta adalah satu-satunya jawaban.

Cinta yang besarlah yang memungkinkan Rasulullah saw menyatukan para penghuni jazirah Arab yang normad, badui dan buta huruf serta tumbuh dalam struktur sosial berbasis kabilah yang kompleks. Seperti ketika Rasulullah saw menyatukan suku Aus dan Khazraj yang terseparasi dalam perang selama 40 tahun, serta menjadikan mereka semua sebagai kaum Anshar, yang kelak menyatu dengan Muhajirin dari suku Quraisy. Bahkan ketika “kearifan politik” menurut beliau memberikan semua harta rampasan perang kepada kaum Quraisy yang baru saja masuk islam, yang terkesan “tidak adil” di hati kaum Anshar, Rasulullah saw hanya memberikan jawaban cintanya: “Bisakah kalian rela bahwa jatah kalian adalah Rasulullah saw?” Fathu Makkah bahkan tidak lagi menggoda beliau untuk kembali ke Makkah. Raganya ada di Madinah. Hatinya ada di dalam hati kaum Anshar. Kaum Anshar menangis. Cinta menghadirkan makna lain dalam kehidupan sosial politik kita. Dan mengangkat kita ke ketinggian ruh yang mungkin sulit dijangkau oleh kepentingan sesaat.

Masih mungkin! Masih mungkin kita menyatukan bangsa yang terdiri dari 300 suku dan bahasa. Bahkan juga bangsa-bangsa dunia Islam. Dengan cinta. Cinta misi. Dan hanya itu.[]

*Serial Cinta



___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Taqdir Kemenangan | Kultwit @abdullahhaidir1

Senin, 18 Juni 2012




Abdullah Haidir, Lc
@abdullahhaidir1
PIP PKS Arab Saudi



  1. #Kemenangan itu bagian dari takdir.
  2. Hanya kita butuh pemahaman yg benar tentang takdir.
  3. Takdir baik dan buruk bukan sesuatu yang kita tunggu.. tapi yang baik kita usahkan yg buruk kita jauhi.
  4. Bahasa yg benar adalah 'mengejar takdir' .... bukan 'menunggu takdir'.
  5. Seperti ucapan Umar bin Khatab, saat hendak pergi ke negeri Syam, lalu ada info di sana sedang terjadi wabah penyakit.
  6. Setelah musyawarah, Umar menetapkan utk kembali pulang ke Madinah. Ktk itu ada yg brkata, "Akankah engkau ingin lari dr takdir?"
  7. Umar menjawab, "Kami lari dari takdir menuju takdir Allah..."
  8. Maka, #kemenangan jangan ditunggu... dia harus dicari dan dikejar...demikianlah seharusnya watak seorang muslim.
  9. Rasulullah saw berusaha keras mencari #kemenangan... dakwah, hijrah, berperang dan semua cara yg dibenarkan.
  10. Karena agama ini memang diturunkan untuk dimenangkan... (surat At-Taubah: 33)
  11. Maka, #kemenangan itu ada jalurnya, sebagaimana kekalahan itu ada jalurnya.
  12. Jika masing2 telah menempuh jalurnya, dia akan tiba di penghujungnya, bisa lebih cepat atau lebih lambat.
  13. Tugas utama kita untuk mencapai #kemenangan adalah berada di jalurnya.
  14. Setelah itu...hanya Allah yang menentukan, kapan #kemenangan itu diberikan.
  15. Jika dikatakan, "Jika telah datang ajal bagi kalian, maka kalian tidak dapat menundanya walau sesaat, ataupun mempercepatnya”.
  16. Begitu pula dg #kemenangan... jika telah datang, tidak ada yg dpt menundanya atau mempercepatnya.




___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia

Islamis Versus Status Quo

Selasa, 19 Juni 2012

Oleh Ikhwanul Kiram Mashuri*

Sabtu dan Ahad kemarin (16-17 Juni) merupakan hari yang sangat menentukan bagi masa depan Mesir. Dalam dua hari tersebut masyarakat Negeri Seribu Menara itu pergi ke bilik-bilik pemilihan untuk menentukan presiden yang akan datang pascakejatuhan rezim Husni Mubarak.

Pemilu presiden yang dianggap paling demokratis dalam sejarah Mesir ini merupakan putaran kedua. Mempertandingkan dua calon presiden, Muhammad Mursi dan Ahmed Shafiq. Hasil pemilu secara resmi akan diumumkan pada 21 Juni mendatang. Proses yang menyertai pemilu Mesir kali ini bisa dikatakan sangat dramatis.

Dua hari sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) menjatuhkan keputusan untuk membubarkan parlemen (DPR/Majlis Sya'b) dan MPR (Majlis Syuro), mencabut larangan para pejabat tinggi era Mubarak ikut pemilu presiden, dan membatalkan se mua undang-undang produk parlemen. Padahal, pemilu parlemen baru diselenggarakan akhir tahun lalu dan merupakan pemilihan yang demokratis pertama pascarezim Mubarak.

Yang jadi persoalan mungkin lantaran lebih dari 70 persen suara, baik di DPR maupun MPR, dimenangkan oleh partai-partai Islam. Tepatnya, Partai Keadilan dan Kebebasan, sayap politik Ikhwanul Muslimin, memper oleh 46 persen suara dan Partai An Noor/Salafi mendapat 24 persen suara. Berbagai pihak di Mesir, terutama para tokoh penggerak revolusi, menuduh keputusan MK tersebut merupakan kudeta terhadap demokrasi, terhadap kehendak rakyat.

Mereka juga menganggap keputusan MK itu sebenarnya untuk meloloskan Jenderal Ahmed Shafiq untuk mengikut pemilihan presiden dan sekaligus menghadang capres dari kelompok Islamis. Shafiq merupakan perdana menteri terakhir Mubarak dan ikut mendampingi hari-hari terakhir kejatuhan sang presiden. Ia juga pernah menjabat kepala angkatan udara Mesir.

Tuduhan itu semakin diperkuat dengan adanya fakta bahwa Mahkamah Konstitusi Mesir yang sekarang merupakan bentukan Husni Mubarak. Anggotanya pun ditunjuk oleh mantan presiden Mesir itu. Sebelumnya, parlemen Mesir telah mengeluarkan undang-undang yang melarang semua pejabat tinggi era Mubarak untuk mengikuti pemilihan presiden.

Mereka juga telah membuat undang-undang sementara tentang kekuasaan presiden sebelum konstitusi baru yang permanen dibuat dan disahkan parlemen dan presiden terpilih. Dengan pembubaran parlemen dan produknya (undang-undang) maka ketika presiden Mesir nanti terpilih dan Dewan Tinggi Militer yang memegang kekuasaan sementara menyerahkan mandatnya kepada presiden baru pada 1 Juli mendatang, Mesir akan tanpa parlemen yang mengawasi roda pemerintahan. Juga tidak ada undang-undang yang yang mendefinisikan kekuasaan dan kewenangan presiden.

Yang juga tidak kalah dramatisnya adalah proses pemilihan presiden yang kini memasuki putaran kedua. Pada putaran pertama terdapat 13 calon presiden yang ikut kompetisi. Mereka mempresentasikan kelompok-kelompok politik yang terpopularisasi ke macam-macam ideologi dan aspirasi politik sejak kejatuhan rezim Mubarak.

Kelompok status quo alias rezim Mubarak diwakili oleh Amr Musa, Ahmed Shafiq, Husam Khoirullah, dan Abdullah al-Shal. Namun, dari keempat yang berasal dari rezim Mubarak ini hanya dua calon yang menonjol, yaitu Amr Musa dan Shafiq. Amr Musa pernah menjadi Sekjen Liga Arab dan sebelumnya menteri luar negeri Mubarak selama 10 tahun.

Sedangkan Shafiq merupakan perdana menteri terakhir Mubarak hingga ia digulingkan oleh aksi revolusi. Pencalonannya telah menimbulkan kemarahan para aktivis demokrasi. Ia dianggap sebagai antek rezim Mubarak.

Dari kelompok Islamis diwakili oleh Muhammad Mursi. Ia merupakan pimpinan Ikhwanul Muslimin dan sayap politiknya, Partai Keadilan dan Kebebasan. Sebelumnya, ia hanyalah calon cadangan. Namun, ketika calon utama mereka, Khairat alShatir, kalah dalam upaya banding terhadap keputusan diskualifikasi pertengahan April lalu, nama Mursi pun dimunculkan sebagai calon utama.

Kelompok Islamis lainnya adalah Abdul Mun'im Abul Futuh. Meskipun yang terakhir ini merupakan mantan pimpinan Ikhwanul Muslimin, pencalonannya melalui jalur independen. Dalam kampanyenya, ia mengatakan perlunya liberalisasi Mesir.

Calon lainnya adalah Muhammad Salim alAwwa, pemikir Islam dan akademisi. Berikutnya, Hamdin Sobbahi, pendiri Partai Al Karamah, pendukung ideologi nasional Nassirisme. Lalu Khalid Ali, tokoh muda dan pegiat hak asasi serta kuasa hukum buruh. Namun yang masuk putaran kedua adalah Muhammad Mursi dan Ahmad Shafiq. Pada putaran pertama, Mursi memperoleh 24,8 persen suara dan Shafiq meraih 23,7 persen suara.

Mengikuti drama dan peristiwa yang terjadi sejak kemenangan aksi revolusi rakyat pada Januari tahun lalu, tampaknya kehidupan politik dan keamanan Mesir belum akan stabil dalam waktu dekat. Sebab, siapa pun pemenangnya, gugat menggugat dan saling menjatuhkan akan terus terjadi. Apalagi gesekan antarkelompok dan ideologi di Mesir pascaMubarak kini semakin tajam.[]

REPUBLIKA (18/6/12 Resonansi)

Salam Dari Papua | Oleh: Cahyadi Takariawan

Minggu, 17 Juni 2012

Oleh Cahyadi Takariawan*

Papua memang luar biasa. Selalu penuh motivasi dan inspirasi. Enam tahun tidak menginjakkan kaki ke Jayapura, sudah sangat banyak cerita-cerita heroik yang saya dapatkan dari sana.

Tiba di bandara Jayapura saya merasa terkejut, betapa sudah demikian bagus kondisinya. Baru dan bersih. Onomi Fokha, selamat datang di Jayapura, demikian kalimat sambutan di gerbang bandara Jayapura. Pak Danangjaya, aktivis dakwah senior di Papua menjemput saya dan isteri di bandara.

Sangat cepat pemekaran wilayah ini. Dulu tidak sampai duapuluh kabupaten dan kota, sekarang Papua mekar menjadi 29 (duapuluh sembilan) kabupaten dan kota. Medan yang sangat sulit, wilayah yang luas, transportasi yang beresiko tinggi, biaya perjalanan yang mahal, kader yang terbatas, tidak pernah menyurutkan semangat para aktivis dakwah di Papua.

Segera terbayang oleh saya, betapa simpelnya dakwah di Yogyakarta. Empat kabupaten, satu kota. Jarak Gunung Kidul menuju Kulon Progo cukup ditempuh perjalanan darat satu setengah jam saja. Bayangkan di Papua. Perjalanan dari Merauke menuju Asmat, yang merupakan wilayah pemekaran dari Merauke, memerlukan waktu tiga hari tiga malam dengan kapal laut. Jika ditempuh dengan pesawat terbang, memerlukan waktu dua jam dari Jayapura.

Apa yang kita dapatkan di Asmat? Wilayah Asmat dipenuhi oleh rawa. Semua rumah penduduk, kantor pemerintahan, jalan bahkan lapangan olah raga, dibuat di atas rawa dengan papan kayu. Tidak ada daratan di kota Asmat, sehingga semua warga masyarakat berjalan kaki kemanapun mereka pergi. Termasuk Bupati dan para pejabat daerah lainnya. Bandara juga dibuat di atas rawa, dengan landasan dari “tikar besi” yang ditaruh di atas rawa. Apabila air sedikit naik, akan menutupi landasan besi tersebut sehingga pesawat tidak bisa mendarat atau terbang meninggalkan Asmat.

Jika kita naik pesawat, bersiap saja untuk menetap seminggu atau dua minggu lamanya di Asmat, menunggu pesawat berikutnya yang bisa mendarat dan terbang. Bukan soal menunggu, namun di Asmat tidak ada air bersih dari sumur apalagi PDAM. Adanya air rawa bersama hutan bakau. Air bersih hanya bisa didapatkan dari tampungan air hujan. Jika seminggu saja tidak ada hujan, masyarakat akan kesulitan minum air bersih, kesulitan mandi dan aktivitas yang memerlukan air lainnya.

Tidak ada mobil di kota Asmat, dan hanya ada sedikit motor, karena tidak ada jalan aspal atau jalan tanah. Yang ada hanyalah jalan di atas rawa, dari papan-papan kayu. Sepanjang mata memandang, yang tampak hanyalah rumah sederhana yang berdiri di atas papan kayu di atas air rawa. Kantor Bupati di atas papan kayu, kantor DPRD di atas papan kayu, kantor Dinas, sekolahan, lapangan sepak bola, semua di atas papan kayu. Semua di atas rawa. Kita harus siap berjalan kaki kemana saja.

Di kabupaten Asmat ada sepasang suami isteri kader dakwah, yang datang karena mutasi kerja. Mereka berdua yang membuka lahan dakwah dan tarbiyah di Asmat. Luar biasa perjuangan kader mujahid ini. Di kabupaten yang terpencil itu, ada aktivis dakwah yang berhasil menjadi anggota DPRD. Ini menandakan, penyebaran dakwah sudah sedemikian meluas, bukan terbatas di kota-kota besar. Bahkan di Asmat, sebuah kabupaten yang masih sangat tertinggal, telah pula diwarnai oleh dakwah dan tarbiyah.

Di Papua, saat ini kader inti dakwah bukan hanya terdiri dari kelompok pendatang. Beberapa warga asli Papua sudah menjadi kader dakwah. Diantaranya adalah mbak Vera, bapaknya warga asli Paniai dari marga Edoway. Ada pula pak Ibrahim yang putra asli Papua. Ini menjadi contoh bahwa dakwah sudah memasuki masyarakat asli Papua, bukan hanya di kalangan para pendatang non Papua. Saya juga merasa sangat terharu mendapatkan berita perkembangan sekolah-sekolah Islam di berbagai daerah di Papua. Ternyata sekolah Islam sudah sangat diminati, bahkan di Wamena yang jauh di daerah pegunungan sana, sekolah Islam telah sangat banyak peminatnya.

Mobilitas para kader di Papua sangat tinggi. Dengan jumlah yang sangat terbatas, mereka harus mengelola wilayah yang sangat luas. Setiap hari lalu lalang kader berjalan ke berbagai kabupaten untuk menunaikan amanah dakwah. Biaya perjalanan menjadi salah satu kendala, karena perjalanan antar kabupaten harus ditempuh dengan pesawat. Jika naik kapal, maka akan sangat menghabiskan waktu. Itupun tidak bisa menempuh semua wilayah, mengingat banyak wilayah yang berada di pegunungan.

Melihat mobilitas yang sangat tinggi itu, saya menjadi lebih mengerti mengapa perkembangan dakwah di Papua demikian pesatnya. Mereka harus terus bekerja. Mereka didera malaria. Satu per satu kader harus istirahat karena malaria. Jika suasana kelelahan atau berkegiatan hingga lupa makan, mempercepat munculnya malaria. Saya ingat seorang mujahid dakwah di Papua yang terkena penyakit paru-paru karena terlalu sering berjalan dengan sepeda motor menempuh jarak ratusan kilometer ke daerah transmigran untuk berdakwah. Kader itu kini telah tiada karena sakit yang dideritanya. Sakirno namanya. Semoga kini ia bahagia di sisi Allah.

Tak ada kalimat yang tepat untuk melukiskan kondisi semangat dan kesetiaan mereka. Hanya satu kata : luar biasa ! Sayang, masih sangat banyak kekurangan sarana yang mereka hadapi. Hanya ada satu mobil operasional dakwah di Papua, itupun mobil bak terbuka. Ini tentu ikut mempengaruhi optimalisasi kerja dakwah di Papua. Tentu akan lebih optimal jika ada sarana operasional yang memadai, di antaranya adalah mobil untuk sarana dakwah ke wilayah sekitar.

Saya yakin perkembangan dakwah di Papua akan semakin membesar, karena semangat dan energi yang luar biasa dari para aktivisnya. Mari lantunkan doa, sumbangkan cinta, untuk saudara-saudara aktivis dakwah kita di Papua.


*http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1204

Wujud Masjid Al-Aqsha Yang Asli

10 12 2009 Masjid Al-Aqsha (Arab: المسجد الاقصى , Al-Masjid Al-Aqsa, arti harfiah: “masjid terjauh”) adalah salah satu bangunan yang menjadi bagian dari kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur) yang dikenal dengan nama Al-Haram asy-Syarif bagi umat Islam dan dengan nama Har Ha-Bayit (Bukit Baitallah atau Temple Mount) bagi umat Yahudi dan Nasrani.
Literatur Muslim (Al-Qur’an nul karim ) menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW diangkat ke Sidratul Muntaha dari lokasi ini pada tahun 621 Masehi, menjadikan masjid ini sebagai tempat suci di Islam (lihat Isra’ Mi’raj.)
Masjid Al-Aqsha yang dulunya dikenal sebagai Baitul Maqdis, merupakan kiblat shalat umat Islam yang pertama sebelum dipindahkan ke Ka’bah di dalam Masjidil Haram. Umat Muslim berkiblat ke Baitul Maqdis selama Nabi Muhammad SAW mengajarkan Islam di Mekkah (13 tahun) hingga 17 bulan setelah hijrah ke Medinah. Setelah itu kiblat shalat adalah Ka’bah di dalam Masjidil Haram, Mekkah hingga sekarang.
Masjid Al-Aqsha saat ini adalah masjid yang dibangun secara permanen oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Kekhalifahan Umayyah (Dinasti Bani Umayyah) pada tahun 66 H dan selesai tahun 73 H. Agak berbeda dengan pengertian Masjid Al-Aqsha pada peristiwa Isra’ Mi’raj (Q.S. Al Israa’:1) yaitu meliputi seluruh kawasan Al-Haram asy-Syarif.
Pembakaran Masjid Al-Aqsha pada tanggal 21 Agustus 1969 telah mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam yang saat ini beranggotakan 57 negara. Pembakaran tersebut juga menyebabkan sebuah mimbar kuno yang bernama “Shalahuddin Al-Ayyubi” terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim, penguasa Kerajaan Yordania telah menggantinya dengan mimbar buatan Jepara, Indonesia. Keluarga Bani Hasyim, yang masih bertalian darah dengan Nabi Muhammad SAW menurut tradisi merupakan keluarga yang bertanggungjawab memelihara tempat-tempat suci Islam di kawasan tersebut.
Dalam perkembangannya hingga saat ini Masjid al-Aqsha terancam hilang. Masjid yang memiliki nilai sejarah yang begitu luar biasa ini, sepertinya sudah mulai dikaburkan oleh zionis Yahudi sehingga umat Islam tidak tahu lagi mana masjid al-Aqsha yang asli atau tidak.

Jika salah seorang diantara kita membawa gambar diatas yang berwarna keemasan kemudian berkeliling kepada ribuan murid-murid sekolah di Arab. Pasti sebagian besar dari mereka tidak tahu nama gambar tersebut. Yang benar gambar tersebut adalah masjid As Shakhrah مسجد قبة الصخرة (The Dome of The Rock) yang letaknya berdekatan dengan masjid al-Aqsha yang asli. Berikut gambar masjid al-Aqsha yang asli:


Berikut gambar letak dari 2 masjid tersebut:


Di sejumlah surat kabar, koran, mata uang kertas ataupun logam juga di beberapa bingkisan hadiah dan majalah ataupun buku-buku yang berkaitan dengan al-Quds selalu terpampang gambar Masjid Qubbah Sakhra.
Masjid Al-Aqsha telah hilang ditelan bumi bersama qubbahnya. Jika bangsa Yahudi ingin menghancurkan kedua masjid tersebut secara bersamaan, mereka hanya akan berbicara tentang penghancuran Masjid Al-Aqsha saja dan membiarkan masjid Qubbah Sakhra bagi bangsa Arab dan kaum muslimin. Sementara lorong-lorong di bawah al-Aqsha yang dibuat zionis Yahudi siap  meruntuhkannya. Apalagi kalau Israel membuat guncangan atau gempa bumi buatan sebagai bagian dari rencana Israel menghancurkan Al-Aqsha.
Al-Quds yang ada dalam ingatan kebanyakan orang disimbolisasikan dengan Qubbah Sakhra bukan lagi al-Aqsha. Sementara Qubbah Sakhra masih ada, belum hancur. Sementara al-Aqsha tidak dikenal oleh kebanyakan generasi saat ini.
Hingga para syaikh kita, semoga Allah mensucikan mereka dan tentu dengan niat yang baik dari mereka berkata, semua areal al-Haram adalah al-Aqsha. Dengan perkataan itu para ulama itu ingin menegaskan bahwa semua tempat di sana adalah al-Haram. Namun mereka lupa perkataan tersebut juga menguntungkan Israel. Secara tidak langsung Israel juga suka dengan perkataan itu.
Jika al-Quds dengan al-Aqshanya yang sudah hilang, Bagaimana mungkin umat Islam dapat membebaskan kota al-Quds, sementara sebagian besar mereka tidak mengetahui letak-letaknya bahkan gambarnya tidak kenal ?. Bagaimana mungkin umat Islam dapat membebaskan al-Aqsha sementara mereka tidak tahu bagaimana bentuknya ?. Apalagi tidak mengetahui sejauh mana bahaya yang mengancamnya . Bagaimana mungkin umat ini mau menyelematkan al-Quds dari penjajahan, sementara tiap hari al-Quds dirampas Israel, tanahnya dibangun permukiman dan penduduknya diusir dari sana, dan kita hanya diam saja ?
Sebagian kaum muslimin membawa paspor Israel secara terpaksa atau suka rela. Sebagian mereka tenggelam dalam utang-piutang karena tak dapat membayar pajak Israel. Atau sebagian mereka membangun rumahnya setelah mendapatkan persetujuan dari Israel. Mereka hanya boleh menempati tanpa memiliki.
Bagaimana bisa sebagian uang bangsa Arab justru dipakai Israel untuk membiayai perang al-Quds. Kita juga menemukan bangsa Arab membelanjakan milyaran dollar uangnya untuk urusan yang tidak ada gunanya, hanya untuk membiayai para pemain bola, teman dekat, anak-anak, pesawat terbang, kapal pesiar ? tetapi tidak sepeser pun digunakan untuk menyelamatkan kota Al-Haram Al-Quds terjajah, atau sekedar memperlama masa tinggal bangsa Arab di sana.
Jika dunia berkonspirasi terhadap kita, maka setengah konspirasi itu oleh sebab kita sendiri. Di antara kewajiban kita hari ini adalah mengingatkan siapa saja yang melupakan kota agama Al-Quds. sebagaimana Makkah dan Madinah di Saudi. Sebab meremehkan masalah al-Quds sama saja dengan melepaskan kerudung dari kepala ibu kita. Kita serahkan masalah al-Quds kepada bangsa asing untuk melakukan apa yang mereka mau. Kesucian dan kehormatan tidak bisa dibagi dengan yang lain. Kita suka melihat orang menangis di depan Ka’bah. Tapi diam seribu bahasa ketika melihat al-Quds. Air mata sudah kering. Tidak ada yang mengetahui kecuali Allah dan pemilik hati tersebut. siapa diantara mereka yang jujur dan siapa yang melakukanya dengan ria.
Masjid Al-Aqsha tidak perlu pada air mata, juga tidak pelu pada suara keras dalam setiap demo dan aksi. Kewajiban kita hanya mengingatkan generasi ini. Minimal mereka dapat membedakan dua masjid tersebut. Sebelum kami minta mereka untuk berjihad. Mereka belum tahu kisah perjuangan al-Quds dari A hingga Z.
Sumber:
wikipedia
Mahir Abu Thair – Harian Dustur Yordania

Cara mempercepat booting windows 7



Cara mempercepat booting windows 7


Booting atau startup adalah proses dimana laptop atau komputer pertama kali di aktifkan, proses loading ini yang disebut dengan istilah booting atau startup.

Cara mempercepat booting windows 7

1. buka run (win+r) dan isi dengan “msconfig” kemudian enter
2. pastikan halaman yang terbuka seperti gambar di bawah.

Cara mempercepat booting windows 7



cara mempercepat booting windows 7


3. selanjutnya pilih tab Boot –> pilih advance option akan muncul jendela baru.
4. Number of processor adalah jumlah processor yang sobat gunakan, pengalaman saya menggunakan pilihan yang paling banyak.
5. Maximum Memory adalah jumlah memory yang di alokasikan pada saat booting / startup windows, karena pada postingan kali ini cara mempercepat booting windows 7 maka saya menyarankan untuk menggunakan semua memory yang ada, misalnya jika RAM yang di gunakan 1 giga = 1024 kali ini sayang menggunakan memory 4 Gb = 4096. Jika ragu gunakan setengahnya saja.

Cara mempercepat booting windows 7



cara mempercepat booting windows 7


6. Tekan ok dan pindah ke TAB Startup (lihat gambar)

Cara mempercepat booting windows 7



Cara Mempercepat Booting Windows 7

7. Pada gambar ini ada banyak aplikasi komputer yang aktif pada saat komputer booting, ada baiknya sobat memilih yang penting-penting saja.

Ada beberapa aplikasi yang menurut hasbihtc tidak begitu penting di load pada saat startup / booting windows 7 misalnya, winamp agent,adobe reader, yahoo messengger, google update dan semua aplikasi yang jarang di gunakan. Selanjutnya silahkan berexprimen Cara mempercepat booting windows 7 dan temukan settingan terbaik untuk komputer sobat.


Cara Membuat Windows 7 Bajakan Menjadi Genuine (Asli)


Chew-WGA v0.9 Nama yang mungkin aneh.... tapi jangan dilihat dari namanya, tapi dari manfaatnya. Inilah aplikasi yang paling tepat bagi saya dan menurut asumsi saya. Karena setelah mati-matian, lembur-lembur, browsing sana-browsing sini, sampai suntuk lagi, sampai ga makan.... hehe.... Akhirnya aku temukan aplikasi ini dan mangstab banget.download Chew-WGA v0.9
Tampilannya seperti di bawah ini.
Untuk menjalankannya juga cukup mudah dan simple. Anda hanya tinggal menekan Apply dan tunggu prosesnya sampai selesai dan taa... daaa.... Windows 7 bajakan anda kini sudah menjadi asli alias genuine.
Chew-WGA adalah pencarian terakhir saya, sampai sekarang windows 7 genuineku... (padahal bajakan ya... hehe..) masih berstatus genuine. Bisa update kapan pun dan lolos seleksi dari deteksi windows.
Untuk mengecek My Computer > Propertis
Beginilah tampilan jika windows rekan sudah menjadi genuine :
Semoga pengalaman ini dapat membantu sobat semua yang saat ini sedang mengalami kesulitan dalam mengubah windows 7 bajakannya menjadi genuine dan asli.
Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Sumber Artikel Ini : http://www.asrizal.web.id/2011/02/cara-membuat-windows-7-bajakan-menjadi.html#ixzz1w8D48yUf
Asrizal Wahdan Wilsa Sharing Media | www.asrizal.web.id
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KISAH HIDUPKU.... - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger