-Ganti almt yg url merah di atas dgn url yang tadi anda buat di http://code.google.com/hosting/
Latest Movie :


Recent Movies

MENGAPA SEBAGIAN BESAR ORANG-ORANG TUA SUKSES TIDAK MAMPU MELAHIRKAN ANAK SUKSES


Apakah fenomena ini juga sepertinya akan terjadi di keluarga kita?

Apakah faktor penyebab utamanya ?

Seringkali orang tua memiliki niat yg baik, namun sering kali juga niat baik tersebut ditempuh dengan cara yg kurang tepat sehingga hasilnyapun mungkin tidak seuai yg diharapkan.

Salah satu penyebab mengapa ORANG TUA SUKSES TIDAK MELAHIRKAN ANAK-ANAK SUKSES adalah karena adanya pandangan orang tua sukses yg mengatakan;

"Nanti jika saya sudah menjadi orang sukses, maka saya tidak ingin pengalaman2 pahit/getir yg dulu pernah saya alami dan rasakan disepanjang masa kecil saya dialami/dirasakan kembali oleh anak-anak saya."

Sepintas niat ini memang baik, sepintas kelihatannya sepertinya benar sebagai wujud cinta kasih orang tua pada anak, padahal karena pandangan semacam inilah justru kebanyakan orang tua pada akhirnya tak mampu melahirkan anak-anak yg sukses seperti dirinya atau bahkan lebih sukses lagi.

Mengapa ?

Coba perhatikan baik-baik kalimat; "SAYA TIDAK INGIN ANAK SAYA MERASAKAN KEMBALI PENGALAMAN2 PAHIT/GETIR YG DULU PERNAH SAYA RASAKAN/ALAMI DISEPANJANG MASA KECIL SAYA".

Sadarkah kita bahwa Sesungguhnya justru PENGALAMAN DEMI PENGALAMAN PAHIT/GETIR YG KITA RASAKAN INILAH YG SESUNGGUHNYA TELAH MENEMPA DAN MENGGEMBLENG KITA MENJADI ORANG YG TANGGUH DAN TEGAR HINGGA AKHIRNYA BISA MENCAPAI SUKSES SEPERTI YG KITA RAIH SEKARANG INI.

Jadi jika anak kita tidak lagi kita izinkan untuk bisa merasakan pengalaman demi pengalaman pahit yg dulu pernah kita alami dan rasakan, jelas saja dia akan menjadi anak yg lemah,tidak mandiri dan tangguh seperti kita dulu, padahal rata2 orang sukses adalah orang-orang yg berhasil mengatasi kesulitan demi kesulitan hidup dan bukan orang yg banyak diberikan kemudahan dan fasilitas oleh orang tuanya.

Sejarah telah membuktikan bahwa semua orang sukses adalah orang2 yg hidupnya penuh tantangan dan cobaan dan bukannya penuh fasilitas dan kemudahan.

Semua cobaan, tantangan, pengalaman getir dan pahit itulah sesungguhnya sebuah KURIKULUM yg telah dirancang TUHAN untuk membuat seseorang menjadi manusia sukses dan unggul apa bila bisa mengatasinya.

Itulah mengapa Jendral Besar Douglas MC Arthur, dalam surat yg ditulis untuk keluarganya yg dikirim dari Medan Tempur di Asia Timur, yang berjudul Doa untuk Puteraku.

Sang Jendral tidak mengijinkan puteranya untuk mendapatkan kemudahan dan fasilitas sebagaimana kebanyakan doa para orang tua yg selalu meminta pada Tuhan agar anaknya selalu diberikan KEMUDAHAN dalam mengarungi hidupnya.

Berikut adalah Doa untuk Puteraku dari Sang Jendral Besar yg luar biasa itu.


Tuhanku...

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.

Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.

Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.


Tuhanku...

Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.

Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Tuhanku...

Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.

Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya...

Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.


Tuhanku...

Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata " Tuhan sungguh hidupku tidaklah sia-sia"

by ayah edy
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=462197090518064&set=a.144983902239386.35784.141694892568287&type=1&theater

KISAH NYATA : Hidup Bocah Polos Zhang Ta Menginspirasi Banyak Orang

Zhang Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunya lari dari rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia tak mau menafkahi keluarganya.

Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya.

Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun.

Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.

Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah.

Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda.

Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab," katanya.

Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" papar pembawa acara.

Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembawa acara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" katanya menegaskan.

Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!" kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton.

Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai.

Pelajaran moral yang tampak sederhana, tetapi amat bermakna. Setuju kan?

Kalau SETUJU ayo LIKE dan SHARE ke teman - teman kita agar bisa meniru sikap luar biasa Zhang Da...

Copas dari copasan... http://www.facebook.com/photo.php?fbid=465068603564246&set=a.144983902239386.35784.141694892568287&type=1&theater

Syair Ghuraba

***

غرباء غرباء غرباء غرباء غرباء غرباء غرباء غرباء

Ghurabaa, ghurabaa, ghurabaaa ghurabaa
Ghurabaa, ghurabaa, ghurabaaa ghurabaa

***

غرباء ولغير الله لا نحنى الجباة

Ghurobaa, kami tidak meletakkan kening pada selain Allah

غرباء وارتضيناها شعارا للحياة

Ghurobaa, kami telah memilihnya sebagai motto kehidupan

غرباء ولغير الله لا نحنى الجباة

Ghurobaa, kami tidak meletakkan kening pada selain Allah

غرباء وارتضيناها شعارا للحياة

Ghurobaa, kami telah memilihnya sebagai motto kehidupan

***

إن تسأل عنّا فإنّا لا نبال بالطغاة

Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami adalah orang-orang yang tak gentar dengan thagut durjana

نحن جند الله دوما دربنا درب الأباة

Kami adalah tentara Allah yang sejati, jalan kami adalah jalan yang terpilih

إن تسأل عنّا فإنّا لا نبال بالطغاة

Jika engkau bertanya tentang kami, maka kami adalah orang-orang yang tak gentar dengan thagut durjana

نحن جند الله دوما دربنا درب الأباة

Kami adalah tentara Allah yang sejati, jalan kami adalah jalan yang terpilih

***

غرباء غرباء غرباء غرباء غرباء غرباء غرباء غرباء

Ghurabaa, ghurabaa, ghurabaaa ghurabaa
Ghurabaa, ghurabaa, ghurabaaa ghurabaa

***

لن نبال للقيود بل سنمضى للخلود

Kami tak peduli dengan belenggu, melainkan kami akan terus maju dengan tanpa henti

فلنجاهد ونناضل ونقاتل من جديد

Maka kami terus berjihad, berjuang, dan berperang sedari awal

غرباء ... هكذا الأحرار في دنيا العبيد

Ghurobaa, merekalah yang merdeka di tengah dunia yang terjajah

فلنجاهد ونناضل ونقاتل من جديد

Maka kami terus berjihad, berjuang, dan berperang sedari awal

غرباء ... هكذا الأحرار في دنيا العبيد

Ghurobaa, merekalah orang-orang yang merdeka di tengah dunia yang terjajah

***

كم تذاكرنا زمانا نحن يوم كنّا سعداء

Betapa sering kami mengingat masa lalu, ketika kita pernah berbahagia

بكتاب الله نتلوه صباحا و مساءا

Dengan kitab Allah yang selalu dibaca di kala pagi dan senja

PKS dan HTI Menolak RUU Ormas( Saatnya Bersatu)

OPINI | 27 March 2013 | 11:19 Dibaca: 327   Komentar: 0   Nihil
13643579151111336409Tulisan ini bermaksud  sedikit membandingkan saja mengenai kiprah atau cara PKS dan HTI dalam menyampaikan aspirasi didalam dunia demokrasi.
Kita tak bisa mengelak, indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi. Dalam demokrasi, kuantitas suatu kelompok sangat penting dalam menentukan suatu keputusan, apa lagi dalam hal ini keputusan yang mengandung nilai hukum. Dan secara legal, kelompok yang diakui dalam demokrasi dan memiliki kekuatan hukum adalah partai politik. melalui partai politik, suatu kelompok dapat menyalurkan aspirasinya dan berkontribusi secara langsung dalam menentukan segala keputusan dan kebijakan negara. Parpol pun memiliki ideologi yang berbeda-beda yang menjadi arah keputusan mereka.
Selain parpol, dalam dunia demokrasi juga disediakan ruang untuk masyarakat dalam membentuk serikat atau ormas. kelegalan ormas diatur oleh kemendagri (kementrian dalam negeri). Masyarakat berhak untuk mendirikan ormas sebagai wadah untuk melakukan gerakan sosial kemasyarakatan.
Saat ini sedang ramai beberapa kelompok yang menentang disahkannya RUU Ormas, yang mewajibkan ormas untuk berasa tunggal pancasila. ormas yang menolak mayoritas ormas keagamaan, salah satunya adalah Ormas HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Mereka menolak dengan alasan bahwa RUU Ormas dapat membuka kembali rezim represif ala orde baru dan dapat membungkam daya kritis masyarakat. selain HTI, PKS Sebagai parpol islam juga menolak diberlakukannya RUU Ormas, dengan alasan pemerintah jangan memaksakan ormas islam untuk berasas tunggal pancasila.
Disini penulis mencoba membandingkan cara PKS dan HTI dalam melakukan perannya dalam dunia demokrasi. PKS sebagai parpol dan HTI sebagai ormas. PKS yang mencoba menikmati dan menjadi petarung dalam arena demokrasi, dan HTI yang anti dan mengkafirkan Demokrasi. Cara pandang keduanya dalam menilai demokrasi sangat berbeda, bertolak belakang. Namun dalam RUU Ormas, mereka sama-sama menolak. Hanya saja caranya saja yang berbeda.
Cara PKS Menolak RUU Ormas:
1. PKS dengan diwakili oleh anggota dewannya, menolak dengan menyampaikan argumentasi logis langsung kepada yang mendukung RUU Ormas.
2. Duduk manis dan nyaman dikursi empuk dengan suasana angin cepoy-cepoy (Full AC)
3. Setelah masing-masing anggota dewan menyampaikan argumentasi, mereka biasanya voting suara. PKS memberikan suara penolakanya.
4. selesai, hasilnya jelas. berapa yang mendukung, berapa yang menolak.
Cara HTI Menolak RUU Ormas:
1. Demonstrasi dijalanan, serentak dimasing-masing daerah.
2. Panas-panasan dijalanan, teriak-teriak megang toa dengan spanduk kecaman dimana-mana.
3. Sama-sama bersuara, sampe serak-serak basah.
4. Selesai demo, pulang kerumah masing-masing.
5. Hasilnya nunggu, sambil nonton TV dirumah.
6. Bersyukur akhirnya Demo mereka masuk TV.
Keduanya sama-sama menolak, dengan cara yang berbeda. namun hasilnya bisa ditebak, suara siapa yang paling memiliki pengaruh…. dan akhirnya HTI pun silaturahim ke Kantor Fraksi PKS.
Semoga 2014, HTI bisa berjuang bersama PKS di parlemen, atau bergabung bersama PKS. Agar Suara Parpol Islam semakin kuat.
Kesempatan Masih Ada ^__^

http://politik.kompasiana.com/2013/03/27/pks-dan-hti-menolak-ruu-ormas-545704.html

Polresta Tidak Adil! Gubernur Jabar Siap Pasang Badan Bela Bupati Bogor

aher pasang badan untuk bupati bogor
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) membela Bupati Bogor Rachmat Yasin yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Depok atas laporan Panwaslu Kabupaten Bogor terkait dugaan melakukan pelanggaran dalam pilkada Jabar.
"Seharusnya Panwaslu bersikap adil dong, bisa melaporkan yang lain-lain juga, kan banyak juga Gubernur dan Bupati (ikut kampanye)," kata Aher, di Kota Bandung, Kamis.
Ia meminta semua yang ikut terlibat seharusnya bisa diproses oleh aparat penegak hukum.
"Ya itu tadi, seharusnya semua dilibatkan dong, bela nih," katanya.
Pihaknya malah ingin tahu apakah kasus hukum yang menimpa Bupati Bogor itu delik aduan atau bukan.
"Justru kita ingin tahu dulu apakah benar itu delik aduan," ujar Heryawan.
Polresta Depok menetapkan Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pelanggaran Pemilu pada Pilkada Jawa Barat 2013.
Rachmat telah ditetapkan tersangka sejak Senin (11/3), ia diperiksa di Markas Polresta Depok atas laporan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor tersebut diduga melakukan pelanggaran Pemilu dengan melakukan kampanye ilegal di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rachmat diduga melanggar Undang Undang Pemilu Nomor 32 tahun 2004 Pasal 116 ayat 4 junto Pasal 80 yang berbunyi pejabat negara, pejabat struktural dan fungsional dalam jabatan negeri dan kepala desa yang dengan sengaja melanggar ketentuan diancam pidana penjara minimal satu bulan dan maksimal 6 bulan dan denda paling sedikit Rp600.000 dan maksimal Rp6.000.000.(an)
http://www.suaranews.com/2013/03/polresta-tidak-adil-gubernur-jabar-siap.html

Alhamdulillah, Bawang Putih Dari Rp 100 Ribu Turun Jadi Rp 40 Ribu Per Kilogram

bawang putih mulai turun
Setelah satu pekan harga bawang putih terus merangkak naik hingga mencapai ke level  Rp 100 ribu perkilogram, dua hari terakhir ini harga komoditi tersebut mulai turun hingga ke level Rp 40 ribu perkilogram di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu.
Penurunan harga tersebut terjadi setelah pasokan bawang putih ke Situbondo mulai lancar dan stabil. Selain itu, harga bawang merah kualitas super juga ikut-ikutan turun dari harga sebelumnya yang mencapai ke level Rp 40 ribu perkilogram, saat ini menjadi Rp 25 ribu perkilogram.
Menurut Aminah (47), salah seorang pedagang pasar tradisional, turunnya harga bawang putih karena pasokan
bawang putih mulai lancar dari pengepul ke pedagang. "Saat ini pasokan bawang putih dari pengepul  sudah mulai lancar  ke sejumlah pedagang di Situbondo, sehingga dengan banyaknya setok bawang putih, kondisi tersebut mempengaruhi turunnya harga bawang putih. Apalagi informasinya pemerintah sudah mulai melakukan impor bawang putih," terangnya, Minggu (17/3/2013).
Meski harga bawang putih dan bawang merah diketahui sudah mulai turun dalam dua terakhir ini, namun harga dua komoditi tersebut masih dikeluhkan oleh warga.
"Meski harganya mulai turun, namun harga bawang putih sebesar Rp 40 ribu perkilogram itu masih memberatkan kalangan ibu rumah tangga. Selain itu, harga bawang merah sebesar Rp 25 ribu perkilogramnya juga masih mahal. Dengan masih mahalnya dua komoditi tersebut, saya terpaksa membeli dengan cara eceran. Padahal sebelum harganya naik, saya membeli setengah kilogram setiap minggunya," ujar Mardiyah (46), salah seorang ibu rumah tangga Desa/Kecamatan Mangaran.(ks)
http://www.suaranews.com/2013/03/alhamdulillah-bawang-putih-dari-rp-100.html

Tak Kenal Mesir & Palestina, Ahok Ngawur Sebut Vatikan yang Pertama Akui Kemerdekaan RI


Kemerdekaan RI-atas dukungan Ikhwan, Mesir menjadi negara pertama mengakui kemerdekaan RI-Hasan Al Banna & St Syahrir-jpeg.image
Atas dukungan Ikhwanul Muslimin lewat pemimpinnya, Hasan Al Banna, Mesir menjadi negara yang pertama mengakui kemerdekaan RI, namun setahun sebelum kemerdekaan, Palestina memberikan dukungannya terlebih dulu. Tampak dalam foto Sutan Syahrir & Hasan Al Banna, pendiri & pemimpin pertama Ikhwanul Muslimin Mesir
JAKARTA (SALAM-ONLINE): Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) boleh dibilang melakukan blunder jika tak ingin dikatakan ngawur.
Entah buku sejarah Indonesia versi mana yang dibacanya. Pasalnya, usai bertemu dengan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Antonio Guido Filipazzi, Jumat (15/3/2013), Ahok mengatakan bahwa Vatikan adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Ketika itu Ahok menjawab pertanyaan wartawan, apakah ada pembahasan kerja sama dalam kunjungan Dubes Vatikan itu ke Balaikota?
“Tidak ada. Tadi dikasih kenang-kenangan medali Paus, tapi cetakan lama, belum ada cetakan baru. Dikasih buku sejarah Paus keuskupan dari 1947. Kan Vatikan itu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia,” jawab Ahok.
Benarkah Vatikan adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia? Tentu saja untuk menjawabnya mudah sekali, cukup membuka literatur sejarah.
Nah, berdasarkan penelusuran literatur sejarah, negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia adalah Mesir, bukan Vatikan.
Mesir secara de facto mengakui kemerdekaan RI pada 22 Maret 1946, disusul oleh Liga Arab (Arab Saudi, Qatar, dan lain-lain) pada 18 November 1946. Setelah itu diikuti Suriah pada 3 Juli 1947, Lebanon dan Irak pada 9 Juli 1947.
Pengakuan kemerdekaan RI secara de facto oleh Mesir pada 22 Maret 1946 itu dilakukan dengan mengakhiri kepengurusan WNI dari kedutaan Belanda di Mesir.
Bahkan, pada tanggal 13 hingga 16 Maret 1947, Konsul Jenderal Mesir untuk India (di Mumbay) yang bernama Muhammad Abdul Mun’im bersama Muriel Pearson (nama samarannya adalah Ketut Tantri, seorang perempuan Amerika yang pro kemerdekaan sejak masa revolusi), datang ke Yogyakarta (Ibukota RI saat itu).
Pada 15 Maret 1947 bertepatan dengan HUT Mesir ke 23, keduanya menghadap Presiden Soekarno untuk mewakili pemerintah Mesir sekaligus utusan Liga Arab guna menjelaskan posisi dukungan mereka terhadap kedaulatan RI.
Pengakuan secara de jure (hukum) oleh Mesir ditandatangani pada 10 Juni 1947, ditandai perjanjian Persahabatan RI-Mesir dan sekaligus mendirikan Kedutaan RI pertama di luar negeri.Kemerdekaan RI-bahkan Palestina setahun seblmnya sdh mendukung kemerdekaan-Mufti Palestina & KH Agussalim-jpeg.image
Sementara alasan Liga Arab menganjurkan kepada semua negara anggotanya supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat karena didasarkan pada ikatan akidah Islamiyah, ukhuwah Islamiyah dan kekeluargaan.
Bahkan yang menarik, justru dukungan Palestina lebih awal setahun sebelum proklamasi. Palestina diwakili oleh Mufti Besarnya, Syaikh Muhammad Amin Al-Husaini. Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ dari Syaikh Amin Al-Husaini ke seluruh dunia Islam untuk dukungannya pada kemerdekaan Indonesia.
Sedangkan Vatikan baru mengakui kemerdekaan Indonesia satu bulan setelah pengakuan oleh Mesir tersebut. Yakni, pada 6 Juli 1947 ditandai dengan pembukaan kedutaan yang disebut “Apostolic Delegate” dan menugaskan Georges-Marie-Joseph – Hubert-Ghislain de Jonghe d’Ardoye, M.E.P sebagai Duta Besar Vatikan pertama di Jakarta untuk masa 1947 hingga 1955.
Menyimak literatur tersebut, kiranya pemahaman sejarah Ahok perlu dikoreksi.
Pimpinan Taruna Muslim Alfian Tanjung menambahkan, fakta sejarah menunjukkan negara-negara Muslim yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia.
“Tidak ada dalam sejarahnya Vatikan pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia,” ujar Alfian seperti dikutip itoday, Sabtu (16/3/2013).
Menurut Alfian, dalam sejarah justru Vatikan bekerjasama dengan Belanda untuk menekan pemerintah Indonesia.
“Vatikan mengambil manfaat adanya penjajahan Belanda dengan menyebarkan agama Katolik di Indonesia. Justru Islam yang menjadi ujung tombak perlawanan terhadap penjajah Belanda,” papar Alfian.
Alfian tidak terkejut dengan pernyataan Ahok itu karena ada keinginan yang kuat dari Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut untuk menyebarkan agama katolik di Jakarta.
“Pernyataan itu sangat politis, agar kebijakan Pemprov DKI termasuk kristenisasi mendapat dukungan dari Vatikan,” demikian terang Alfian.
Tentu umat Islam-lah sebagai pemeran utama meraih kemerdekaan ini. Dari desa hingga kota, dari santri dan kiai hingga kaum terpelajar, intelektual, ulama, bersatupadu bersama umat Islam berkuah darah, bermandikan keringat, merebut kemerdekaan republik ini.
Sementara penjajah, khususnya Belanda, tak rela akan kemerdekaan ini. Mereka, sang penjajah Belanda, logis saja berkolaborasi dengan kelompok yang se-ideologi untuk meneruskan penjajahan, sehingga kembali melancarkan agresinya pada 1949, tapi gagal total.
Kelompok dari dalam yang berkomplot dengan penjajah, tentu merasa nyaman jika negeri ini dijajah dengan yang se-ideologi dan sekeyakinan, karena adanya kekhawatiran–saat itu–Indonesia menjadi negara yang berdasarkan IslamKemerdekaan RI-Hatta & Mufti serta para pemimpin Arab dan dukungan mereka terhadap kemerdekaan RI-jpeg.imageDan, menjelang merdeka, benar, Indonesia dipastikan menjadi negara berdasarkan Islam–atau setidaknya mewajibkan para pemeluknya untuk menjalankan syariat Islam–jika saja tidak dikhianati, ditelikung, dikadalin oleh kelompok nasionalis yang bersekongkol dengan kaum minoritas, sehari setelah proklamasi! (inilah/itoday/salam-online)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KISAH HIDUPKU.... - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger